Minimnya nilai transaksi mengindikasikan banyak pelaku pasar mengambil sikap wait and see. Ketidakpastian penanganan krisis utang di zona Euro telah berdampak negatif bagi persepsi pelaku pasar. Apalagi Prancis diperkirakan tidak bisa menghindar dari efek krisis utang yang melanda sejumlah negara di kawasan tersebut. Pelaku pasar mengkhawatirkan meningkatnya biaya pinjaman di kawasan tersebut. Yield obligasi Italia telah meningkat mencapai level 7%, besaran yang dianggap bisa membuat Italia default. Sedangkan yield obligasi pemerintah Prancis jangka waktu 10 tahun saat ini naik menjadi 3,69% dari 2,54% pada perdagangan 5 Oktober lalu. Saat ini resiko pasar berasal dari krisis utang zona Euro.
Ancaman krisis keuangan di zona Euro telah mendominasi persepsi pelaku pasar, yang membuat pergerakan berfluktuatif. Padahal perekonomian Indonesia sejauh ini masih menunjukkan perkembangan positif. Bahkan Bank Indonesia (BI) memperkirakan pada kuartal pertama tahun depan, peringkat utang Indonesia akan mencapai level ‘investment grade’. Sementara itu isu krisis utang zona
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Untuk perdagangan hari ini, IHSG diperkirakan masih akan bergerak konsolidasi dengan kecenderungan menguat terbatas terutama dipicu aksi beli selektif atas saham-saham sektor energi dan perkebunan. IHSG akan menguji level resisten pertama di 3849 dan support di 3764.
IHSG S1 3781 S2 3764 ; R1 3849 dan R2 3875
Pilihan saham :
PGAS 3050-3250 Trading Buy
CTRA 520-590 Buy break 540
BMRI 7100-7250 Sell on Strength
SGRO 3025-3175 Maintain Buy
ITMG 43000-45500 Buy on Weakness
BUMI 2175-2350 Buy on Weakness
MEDC 2350-2550 Trading Buy
ENRG 158-168 Trading Buy
HRUM 7400-8150 Buy on Weakness
(ang/ang)










































