Di pasar uang, nilai tukar rupiah terhadap dolar AS pekan kemarin juga cenderung berfluktuatif sempat melemah menembus Rp.9200/US dolar namun berhasil ditutup menguat di Rp.9005 akibat intervensi bank sentral. Meningkatnya resiko pasar global telah menekan perdagangan sejumlah aset beresiko termasuk di pasar komoditas. Ini membuat tekanan jual di pasar saham Indonesia lebih banyak dipicu aksi jual saham-saham energi, pertambangan logam, dan perkebunan.
Memasuki perdagangan awal pekan terakhir November, peluang terjadinya technical rebound cukup terbuka mengingat koreksi selama pekan kemarin membuat posisi sejumlah harga saham sektoral telah berada di area oversold. Pelaku pasar bisa memanfaatkan setiap koreksi yang terjadi untuk melakukan pembelian bertahap terhadap saham-saham unggulan yang bergerak di sektor perbankan, barang konsumsi, ritel, infrastruktur dan sektor energi. Membaiknya pembukaan bursa kawasan Asia pagi ini, rata-rata naik diatas 1%, akan memberikan ruang terjadinya technical rebound. Hal menyusul membaiknya pasar saham di kawasan Uni Eropa pada perdagangan akhir pekan kemarin.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
IHSG S1 3590 S2 3580 ; R1 3670 R2 3690
Pilihan saham :
ASII 67300-69700 Buy on Weakness
BMRI 6400-6700 Maintain Buy
INTP 14400-15000 Trading Buy
ADRO 1840-1920 Trading Buy
SMGR 8700-9150 Trading Buy
BBRI 6400-6750 Buy on Weakness
BBNI 3600-3750 Trading Buy
BUMI 1970-2075 Maintain Buy
MNCN 1100-1150 Trading Buy
PGAS 2825-3000 Buy on Weakness
(ang/ang)











































