Jakarta - Mengawali Senin pertama bulan Desember 2011, IHSG diperdagangkan flat pada sesi perdagangan Senin (5/12). Selama sesi pertama maupun sesi kedua, IHSG hanya bergerak dengan rentang harga yang sempit antara level terendah 3,762.634 dan level tertinggi 3,791.542. Indeks komposit saham Indonesia tersebut ditutup di level 3,780.793 dengan hanya naik 0.957 poin atau 0.03%. Indeks saham blue-chip Indonesia, LQ 45 juga diperdagangkan cukup flat dengan naik 0.115 poin atau 0.02% dan ditutup di 669.616. Investor dalam negeri maupun luar negeri kelihatannya masih bersikap menunggu terhadap perkembangan lebih lanjut dari Eropa, dimana para pemimpin Eropa akan kembali mengadakan pertemuan dalam Euro Summit yang dimulai hari Jumat (9/12) ini untuk membahas langkah selanjutnya dalam menangani krisis utang di zona tersebut. Integrasi budget fiskal negara-negara zona-Euro diharapkan akan dapat membuka jalan bagi intervensi yang lebih leluasa dari bank sentral Eropa (ECB). Sebagian besar bursa regional Asia, termasuk indeks Nikkei dan Hang Seng, juga diperdagangkan cukup flat sepanjang sesi perdagangan kemarin. Lima dari sembilan sektor IHSG mengalami kenaikan, dipimpin oleh sektor perdagangan dan jasa yang naik 0.98%, sektor industri dasar naik 0.84 % dan sektor aneka industri yang naik 0.49%. Sedangkan sektor infrastruktur, sektor pertambangan dan sektor agrikultur mencatat penurunan masing-masing sebesar 0.98%, 0.55% dan 0.33%. Sebanyak 92 saham naik, 117 turun dan sisanya 105 saham stagnan pada perdagangan kemarin. Transaksi di pasar reguler tercatat sebesar Rp 2.164 triliun, dan investor asing membukukan aksi beli bersih senilai Rp 287.986 miliar. Saham-saham yang mendukung kenaikan IHSG kemarin antara lain ASII (+0.77%), DKFT (+24.50%), CNTX (+4.67%), AMRT (+8.64%) dan UNVR (+1.70%). Sedangkan diantara saham-saham top losers kemarin antara lain GGRM (-1.66%), IMAS (-3.11%), ITMG (-0.75%), HMSP (-0.76%) dan BYAN (-1.65%).
Bursa saham AS berakhir lebih tinggi pada hari Senin karena Wall Street kembali menaruh harapan pada KTT Eropa akhir minggu ini setelah pasar kembali diguncang oleh berita dari Financial Times yang terkait dengan krisis utang Eropa. Saham-saham dalam bursa AS naik dan melanjutkan kenaikan mingguan setelah pemimpin Jerman dan Perancis mengusulkan peraturan baru untuk mengatasi masalah utang regional Eropa. Namun indeks-indeks saham AS kehilangan banyak poin di akhir sesi, setelah Financial Times melaporkan bahwa lembaga pemeringkat Standard & Poor memperingatkan akan menurunkan rating AAA negara-negara Eropa, termasuk Jerman dan Perancis, dengan "CreditWatch Negative". Setelah naik 167 poin, Dow Jones Industrial Average berakhir pada 12,097.83, naik 78.41 poin atau 0.7%. S&P 500 naik 12.80 poin, atau 1% menjadi 1,257.08, dipimpin oleh sektor keuangan. Indeks Nasdaq Composite naik 28.83 poin, atau 1.1%, ke 2,655.76.
Untuk hari ini kita memperkirakan IHSG akan diperdagangkan dengan mendapat tekanan turun karena faktor peringatan S&P tentang rating negara-negara Eropa, seperti indeks regional Asia pagi ini. Kami perkirakan level-level kunci untuk IHSG hari ini antara lain 3,730 sebagai support dan 3,820 sebagai resistance.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Technical Pick:
BHIT (290) β Buy on Weakness
POLY (520) β Buy on Weakness
ASRI (460) β Spec. Buy
SMGR (9,650) β Buy on Weakness
(ang/ang)