First Asia Capital: IHSG Masih Dalam Tren Bullish

First Asia Capital: IHSG Masih Dalam Tren Bullish

- detikFinance
Senin, 12 Des 2011 09:23 WIB
First Asia Capital: IHSG Masih Dalam Tren Bullish
Jakarta - Perdagangan saham pada akhir pekan kemarin kembali mendapat tekanan jual menyusul kekhawatiran pasar terhadap prospek penyelesaian krisis utang zona Euro. Pasar saham Asia merespon negatif perkembangan yang kurang menggembirakan dari zona Euro. Hal ini berimbas pula pada perdagangan di pasar Indonesia. IHSG sempat anjlok 53 poin sebelum akhirnya ditutup turun 22,152 poin ke posisi 3759,609 akibat aksi beli balik pelaku pasar menjelang penutupan. Sementara level support IHSG di 3730 dinilai cukup kuat menahan gejolak di pasar. Saham-saham pertambangan dan perbankan masih menjadi motor penurunan indeks. Sedangkan saham infrastruktur terlihat relatif kuat terhadap sentimen negatif pasar seperti saham JSMR. Sepanjang sepekan kemarin IHSG terkoreksi tipis 0,54%. Nilai transaksi harian sepekan kemarin di Pasar Reguler rata-rata Rp.2,45 triliun, relatif turun dibandingkan rata-rata harian pekan sebelumnya sebesar Rp.3,24 triliun.

Sementara perkembangan bursa global sepekan terakhir bervariasi. Indeks utama bursa Asia cenderung melemah. Sedangkan indeks utama di bursa AS menguat dan Eropa cenderung bervariasi dengan kecenderungan melemah. Pada perkembangan terakhir, indeks bursa utama di AS maupun di Eropa ditutup menguat. Indeks DJIA dan S&P 500 di Wall Street akhir pekan kemarin ditutup menguat masing-masing 1,55% dan 1,69%. Sedangkan indeks utama Jerman (DAX) menguat 1,91%, Paris (CAC) naik 2,48% dan London (FTSE 100) naik 0,83%. Pelaku pasar merespon positif hasil pertemuan para pemimpin Uni Eropa yang menyepakati diterapkannya disiplin anggaran yang lebih ketat (kecuali Inggris). Uni Eropa juga menyepakati peningkatan dana penyelamatan darurat hingga Euro 200 miliar. Pada perkembangan lainnya, data inflasi China November lalu yang lebih rendah, sebesar 4,2%, turun dari 5,5% (Oktober), memberikan peluang pelonggaran moneter lebih lanjut. Bank sentral China dikabarkan akan mengalokasikan dana sebesar USD300 miliar untuk berinvestasi di AS maupun Eropa. Sedangkan di AS, data ekonomi dan outlook ekonomi AS menunjukkan tren positif. Ini tercermin dari kenaikan indeks kepercayaan konsumen di AS awal Desember ini menjadi 67,7 dari 64,1 (November), merupakan tertinggi dalam enam bulan terakhir. Perkembangan pasar global yang mulai membaik akhir pekan kemarin diharapkan bisa direspon pasar dengan mulai melakukan pembelian kembali pada perdagangan awal pekan ini. IHSG masih berpeluang menembus level 3800 pada pekan ini. IHSG saat ini masih bergerak konsolidasi dengan tren menguat. Secara technical, pergerakan IHSG masih di atas MA 50, sehingga masih dalam tren bullish. Pada perdagangan awal pekan ini pelaku pasar diperkirakan akan kembali melakukan pembelian terhadap saham-saham perbankan, pertambangan, dan barang konsumsi. IHSG diperkirakan akan bergerak menuju level resisten pertama di 3792 dan resisten berikut ada di 3857. Sedangkan tahanan support ada di 3727 (support pertama) dan support kuat berikut ada di 3660.

IHSG S1 3727 S2 3660 ; R1 3792 R2 3857

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Saham Pilihan :
BUMI 2125-2300 Buy on Weakness
BBRI 6600 – 6900 Maintain Buy
BBNI 3800-4100 Maintain Buy
SMCB 2100-2300 Maintain Buy ; stop loss 2075
ADRO 1880-2000 Buy on Weakness
GIAA 405-425 Maintain Buy
PTBA 16700-17300 Maintain Buy
AKRA 2950-3100 Maintain Buy
JSMR 4000-4275 Sell on Strength
SSIA 460-580 Sell on Strength
HRUM 6900-7500 Maintain Buy

(ang/ang)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads