Mega Capital: IHSG Cenderung Menguat

Mega Capital: IHSG Cenderung Menguat

- detikFinance
Jumat, 30 Des 2011 09:18 WIB
Jakarta - IHSG Ditutup +1.05%. Setelah dibuka melemah akibat berlanjutnya sentimen negatif dari Eropa, IHSG berbalik menguat pada sesi II hingga penutupan. Sektor infrastruktur menyumbangkan penguatan terbesar. BI memprediksi inflasi Desember 2011 berkisar 0.5-0.6%, sehingga inflasi 2011 mencapai 3.8% YoY, sesuai dengan perkiraan BI. Transaksi masih berlangsung cenderung sepi menjelang tutup tahun. Sementara itu indeks N225 ditutup melemah akibat pelemahan euro terhadap yen dalam 10 tahun terakhir setelah ECB menyatakan prospek perekonomian Eropa yang melambat. Meningkatnya neraca ECB semakin menekankan risiko akan krisis utang dan perlambatan ekonomi, mendorong pelemahan pada indeks bursa Asia. Pinjaman ECB melambung ke rekor 2.73 triliun euro dalam rangka untuk membeli obligasi negara di kawasan itu. Pinjaman kepada perbankan di kawasan euro meningkat 214 miliar euro menjadi 879 miliar euro per 23 Desember 2011.

Data Ekonomi Picu Penguatan Wall Street. Indeks di bursa Wall Street ditutup menguat yang dipicu oleh data ekonomi AS yang membaik. Data pending home sales bulan November mengalami peningkatan untuk bulan kedua (act 7.3% vs cons 0.6% vs prev 10.4%). Data initial claims juga menunjukkan penurunan (act 381K vs cons 368K vs prev 366K). Ini merupakan minggu ke empat data initial claims berada di bawah 400. Data Chicago PMI bulan Desember sedikit menurun dibandingkan November, namun lebih baik dari perkiraan (act 62.5 vs cons 60.1 vs prev 62.6). Sebelumnya indeks futures sempat bergerak mix, setelah lelang obligasi Italia senilai 7.02 miliar meleset dari target dan yieldnya mengalami penurunan. Pemerintah Italia menjual 2.5 miliar euro obligasi yang jatuh tempo pada 2014, lebih rendah dari target 3 miliar euro dengan yield 5.62% turun dari penjualan sebelumnya 29 November yang sebesar 7.89%. Obligasi yang jatuh tempo pada 2022 terjual sebanyak 2.5 miliar euro dengan yield 6 .98% dibandingkan sebelumnya 7.56%. Italia juga menjual obligasi yang jatuh tempo pada 2021 dan surat berharga dengan bunga mengambang senilai sekitar 2 miliar euro. Sehari sebelumnya Italia melakukan lelang treasury bills senilai 9 miliar euro dengan yield 3.251%, sekitar setengah dari yield lelang sebelumnya.

IHSG Cenderung Menguat (Range : 3,750 β€” 3,815). IHSG pada perdagangan kemarin mampu ditutup menguat berada di level 3,808, indeks tampak mengalami fluktuasi yang cukup tinggi dengan sempat menguji support level di 3,740 dan juga resistance level yang berada di 3,815 namun belum mampu untuk melewatinya. Candle yang tampak membentuk white closing marubozu berpeluang membawa indeks untuk kembali melanjutkan penguatannya menuju resistance level di 3,855, namun jika indeks kembali mengalami kegagalan dalam melewati 3,815 dimungkinkan untuk kembali melemah menuju 3,750 yang praktis memperpanjang masa konsolidasinya. Hari ini diperkirakan indeks akan bergerak pada kecenderungan yang menguat.

(ang/ang)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads