Bursa US dan Eropa ditutup menguat semalam dengan Dow +0.56%, FTSE +1.5% dab DAX +2.42%. Dari S&P 500 naik 0,9% menjadi 1.291,96. Kenaikan ini merupakan level tertinggi sejak 29 Juli 2011, atau seminggu sebelum S&P memangkas peringkat kredit AAA Amerika Serikat (AS). Data perbankan di US melaporkan bahwa pinjaman yang disalurkan oleh bank berhasil melompat ke level tertinggi 10 tahun pada November 2011. Jumlah pinjaman yang disalurkan naik US$ 20,4 miliar. Ini merupakan lonjakan terbesar sejak November 2001 ke US$ 2,48 triliun.
Trading Ideas
IHSG diperkirakan akan bergerak di level 3,879-4,003 untuk hari dengan rekomendasi akumulasi Beli saham-saham blue chip jika IHSG kembali tembus ke bawah level 3,900. Saham-saham blue chip diperkirakan masih akan menguat pada perdagangan hari ini menyusul positif nya bursa regional. Saham-saham Perbankan, Astra Group, Property & Infrastructure dan Domestic related masih menjadi favorit untuk di kumpulkan. Saham-saham blue chip seperti BMRI, UNTR, INTP, PTBA, SMGR, dan PGAS masih menjadi favorit. Sementara dari small-mid cap stock, SSIA, ASRI, LPCK, MBSS, WIKA dan MAIN masih dapat di akumulasi beli.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Bank Victoria (BVIC) meningkat volume perdagangan nya pada 2 hari terakhir (9-10 Jan), dan harga saham nya naik sebesar +10%. Pada 3Q11, emiten mencetak kenaikan laba sebesar +140.7%, dibandingkan periode yang sama sebelum nya.Kenaikan laba bersih tersebut antara lain disebabkan oleh kenaikan Earning before tax perusahaan yang tumbuh 2x lipat dibandingkan 3Q10. Sementara itu BVIC berencana utuk menerbitkan Obligasi sebesar Rp500 Miliar. minimal Rp200 miliar dari hasil penerbitan surat utang itu akan digunakan untuk melunasi sebagian obligasi yang akan jatuh tempo di tahun depan. Adapun untuk subdebt, lanjutnya, akan digunakan untuk mempertahankan rasio kecukupan modal (capital adequacy ratio/CAR) minimal di level 16%.
Saat ini emiten diperdagangkan di harga yang murah, dengan PER 3.6x dan PBV 0.7x. Level ini masih jauh dibawah rata-rata industri yang sebesar PER 12.6x dan PBV 1.6x.
Special Mention:
ASRI: PT Manungga Prime Development melepas 864 juta (4,8%) saham PT Alam Sutera Realty Tbk (ASRI) senilai Rp372 miliar. Transaksi dilakukan pada 6 Januari 2012. Kisaran harga penjualan mencapai Rp440 per saham. Setelah transaksi itu, kepemilikan saham turunmenjadi 9,41%. TP ASRI masih tetap di Rp 600.
SSIA: PT Surya Semesta Internusa Tbk (SSIA), pada 31 Desember 2011 mencatat order book untuk tahun 2012 sebesar 120 hektar dengan harga rata-rata penjualan sebesar US$83 per M2. Upgrade TP to Rp 1,290 dari Rp 1,000.
(ang/ang)











































