Jakarta -
Awal pekan ini disambut sentimen negatif dari berbagai belahan dunia membuat IHSG turun 25,633 poin (-0,65%) ke level 3909,693, seiring dengan pergerakan bursa regional lainnya. Di Eropa, diturunkannya rating 9 negara oleh S&P menjadi sentimen utama yang mempengaruhi pasar. Di Timur Tengah, ketegangan kembali mencuat setelah Iran memberi peringatan kepada tetangga-tetangganya untuk tidak menuruti keinginan Amerika, atau akan menanggung konsekwensinya. Sementara itu di China pertumbuhan GDP 8,7% merupakan pertumbuhan terendah dalam 10 kuartal terakhir, dan analis memperingatkan keadaan yang lebih buruk dapat terjadi. Di bursa, hanya sektor perdagangan (+084%) dan infrastruktur (+0,2%) yang kali ini lepas dari tekanan, sedangkan tujuh sektor lainnya terutama sektor barang konsumsi (-1,29%) terpuruk di zona merah. Saham GGRM (-2,35%) dan ASII (-0,72%) menjadi kontributor utama penurunan indeks.
IHSG dalam posisi di bawah MA-5 pada perdagangan hari ini diperkirakan bergerak dalam kisaran sempit dengan kecenderungan menguat terbatas. Indeks menguji level 3920 agar kembali dalam posisi di atas MA-5 dan menuju level 3936. Namun demikian waspadai aksi ambil untung seiring pergerakan indicator Stochastic yang bergerak downtrend serta indicator MACD yang mencoba bertahan di area positif. Apalagi indeks Dow Jones telah berpola death cross yang berpotensi menuju level 12200. Indeks diperkirakan bergerak ke kisaran 3870 hingga 3930.
(ang/ang)