Indeks sektoral saham bergerak positif dengan penguatan pada indeks industri dasar yang naik 1,70% ke level 426,77; indeks aneka industri naik 1,52% ke level 1.377,99; indeks pertambangan naik 1,48% ke level 2.665,81; indeks perdagangan naik 1,47% ke level 617,20; indeks keuangan naik 1,33% ke level 501,02; indeks perkebunan naik 1,16% ke level 2.222,58; indeks manufaktur naik 1,09% ke level 1.024,37; indeks infrastruktur naik 0,62% ke level 719,74; indeks properti naik 0,45%
ke level 240,32; dan indeks konsumer naik 0,31% ke level 1.326,10. Indeks MBX, DBX, dan ISSI menguat. IHSG mengalami net foreign buy sebesar Rp 183,26 miliar dengan total pembelian asing Rp 1,71 triliun dan total penjualan asing mencapai Rp 1,53 triliun.
Saham-saham yang naik signifikan dan masuk dalam jajaran top gainers diantaranya Schering Plough Indonesia (SCPI) naik Rp 6.000 ke Rp 42.000, Delta Djakarta (DLTA) Naik Rp 2.000 ke Rp 123.000, Astra International (ASII) naik Rp 1.100 ke Rp 77.300, Indomobil Sukses Internasional (IMAS) naik Rp 900 ke Rp 15.250, Indocement Tunggal Prakarsa (INTP) naik Rp 750 ke Rp 18.400, United Tractors (UNTR) naik Rp 700 ke Rp 28.400, Multibreeder Adirama Indonesia (MBAI) naik Rp 500 ke Rp 12.500, Goodyear Indonesia (GDYR) naik Rp 500 ke Rp 11.000, dan Adira Dinamika Multi Finance (ADMF) naik Rp 450 ke Rp 12.250.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pergerakan nilai tukar Rupiah/US$ berdasarkan kurs BI di level Rp 9.208/US$ dari sebelumnya di level Rp 9.175/US$. Pergerakan ini dipicu oleh data-data China yang memberikan harapan akan berlanjutnya pemulihan ekonomi. Di sisi lain, data tersebut menunjukkan bahwa ekonomi China tidak akan mengalami hard landing seperti yang dikhawatirkan pasar. Kondisi ini, diperkirakan akan memberikan ruang kepada pemerintahan China untuk dapat melonggarkan kebijakan fiskal maupun moneternya. GDP China dinilai cukup positif yang ditopang data lainnya yakni retail sales dan industrial output yang mengalami kenaikan sehingga memberikan sinyal, konsumsi domestik China masih cukup kuat untuk menopang pemulihan ekonominya. Di lain pihak, keberhasilan lelang obligasi Perancis turut memberikan sentimen positif pasca-downgrade massal zona euro. Lelang obligasi Perancis hampir mencapai target € 8,7 miliar yakni € 8,6 miliar. Yield obligasi tenor 12 minggu turun tipis ke level 0,165% dari sebelumnya 0,166%. Begitupun dengan yield obligasi tenor 25 minggu yang turun ke level 0,281% dari sebelumnya 0,286%.
Bursa saham Asia Pasifik bergerak menguat kecuali Sri Lanka, Bangladesh, dan Laos. Pergerakan ini dipicu keberhasilan lelang obligasi Perancis dan rilis data ekonomi China yang tumbuh di atas perkiraan. Namun demikian, pertumbuhan ini dinilai sebagai pertumbuhan yang terlemah dalam 2,5 tahun pada Q4-11. PDB melemah ke 8,9% dari 9,1% di Q3-11 namun, output industri melambat kurang dari yang diperkirakan. Kejatuhan ekspor dan pengetatan kebijakan moneter domestik telah membuat China mengalami perlambatan ekonomi terburuknya sejak Q2-09. Untuk mempertahankan pertumbuhan ekonomi, China menurunkan persyaratan cadangan bank untuk pertama kalinya dalam 3 tahun pada bulan November 2011 sebesar 50 bps. Investor turut merespon positif pernyataan Presiden ADB, Haruhiko Kuroda, di Asian Financial Forum (AFF) Hong Kong yang meyakini, tahun ini Asia akan tumbuh pesat. Indeks Hang Seng menguat setelah Media pemerintah melaporkan bahwa China akan mempercepat persetujuan kebijakan bagi investor asing agar lebih tertarik untuk bermain saham di Cina. Sementara Bursa Saham Shanghai akan menangguhkan peluncuran dewan ineternasional, membatasi penerbitan saham baru. Dari Asia Pasifik, data yang dirilis diantaranya Tertiary Industry Activity Index (MoM) Jepang di level -0,8% dari sebelumnya 0,7%; Fixed Asset Investment (YoY) China di level 23,8% dari sebelumnya 24,5%; GDP (YoY) China di level 8,9% dari sebelumnya 9,1%; Industrial Production (YoY) China di level 12,8% dari sebelumnya 12,4%; Retail Sales (YoY) China di level 18,1% dari sebelumnya 17,3%; dan Trade Balance Singapura di level US$ 7,61 miliar dari sebelumnya US$ 1,24 miliar.
Bursa saham Eropa ditutup positif kecuali Iceland, dan Luxemburg. Pergerakan ini dipicu respon positif investor terhadap data ekonomi China di Q4-11 serta mengesampingkan sentimen negatif dari downgrade rating negara Eurozone. Sebelumnya, tidak hanya negara-negara Uni Eropa, S&P pun turut memangkas rating kredit dari Fasilitas Stabilitas Keuangan Eropa (EFSF) yang turun 1 tingkat menjadi AA+ dari AAA. Hal ini terkait dengan risiko EFSF dalam pengucuran dana talangan. Penurunan rating ini mengiringi pemangkasan rating AAA pada Perancis dan Austria sebelumnya yang merupakan salah satu penjamin inti EFSF. Akan tetapi, downgrade tersebut tidak akan mengurangi kapasitas pinjaman EFSF yang sebesar €440 miliar. Sementara Moody dan Fitch, masih mempertahankan rating AAA dari EFSF. Di sisi lain, Presiden ECB, Mario Draghi menyatakan optimistis negara Uni Eropa akan berusaha menyeimbangkan anggaran mereka meskipun Eropa tetap dalam situasi yang sangat serius. Investor juga mengapresiasi positif hasil lelang obligasi Spanyol dimana yield -nya turun menjadi 2,049% dari sebelumnya 4,05% pada lelang obligasi 12 bulan. Lelang obligasi 18 bulan pun, yield -nya turun menjadi 2,399% dari 4,226%. Rencana pertemuan antara pejabat Yunani dengan para kreditor pun turut diapresiasi positif. Data ekonomi yang dirilis diantaranya CPI (YoY) Eropa di level 2,7% dari sebelumnya 2,8%; ZEW Economic Sentiment Jerman di level -21,6 dari sebelumnya -53,8; dan ZEW Economic
Sentiment Eropa di level -32,5 dari sebelumnya -54,1.
Bursa kawasan Amerika ditutup positif kecuali Kanada, Meksiko, dan Venezuela. Pergerakan ini dipicu ekspektasi China yang mungkin akan melonggarkan kebijakan moneter seiring melambatnya pertumbuhan ekonominya. Saham-saham komoditas menguat seiring kenaikan harga komoditas akibat ekspektasi permintaan dari China akan lebih tinggi. Data ekonomi yang dirilis, yaitu NY Empire State Manufacturing Index di level 13,5 dari sebelumnya 9,5; dan suku bunga Kanada tetap di level 1%.
Pada perdagangan Rabu (18/1) diperkirakan IHSG akan berada pada support 3.895-3.925 dan resistance 3.970-3.986. IHSG membentuk pola menyerupai white marubozu dimana sebelumnya membentuk hanging man . Posisi candle hampir mendekati upper bollinger bands. MACD gagal membentuk death cross dan melanjutkan penguatan dengan histogram positif yang memanjang. RSI, William's %R, dan Stochastic masih melanjutkan kenaikan di sekitar area overbought. Sentimen dari hasil lelang obligasi Spanyol dan Yunani membuat bursa saham Eropa dan AS menguat. Tampaknya sentimen ini akan kembali memberikan angin segar bagi IHSG untuk melanjutkan kenaikannya.
(qom/qom)











































