Indeks sektoral saham bergerak negatif dengan pelemahan pada indeks properti yang turun 0,34% ke level 246,68; indeks infrastruktur turun 0,30% ke level 718,17; indeks keuangan turun 0,30% ke level 503,77; indeks perdagangan turun 0,25% ke level 644,03; indeks pertambangan turun 0,24% ke level 2.773,71; dan indeks industri dasar turun 0,17% ke level 425,10. Sementara penguatan pada indeks pertanian naik 0,99% ke level 2.195,12; indeks aneka industri yang naik 0,63% ke level
1.400,95; indeks konsumer naik 0,57% ke level 1.351,24; dan indeks manufaktur naik 0,40% ke level 1.036,92. Indeks DBX dan ISSI menguat namun, MBX melemah. IHSG mengalami net foreign buy sebesar Rp 349,51 miliar dengan total pembelian asing Rp 2,20 triliun dan total penjualan asing mencapai Rp 1,86 triliun.
Saham-saham yang naik signifikan dan masuk dalam jajaran top gainers diantaranya Taisho Pharmaceutical Indonesia (SQBI) naik Rp 5.000 ke Rp 12.500, H.M Sampoerna (HMSP) naik Rp 1.000 ke Rp 45.000, Gudang Garam (GGRM) naik Rp 1.000 ke Rp 59.150, J Resources Asia Pasifik (PSAB) naik Rp 750 ke Rp 3.775, Astra International (ASII) naik Rp 700 ke Rp 78.750, Indo Tambangraya Megah (ITMG) naik Rp 350 ke Rp 39.2000, Astra Agro Lestari (AALI) naik Rp 350 ke Rp 21.500, Dian Swastatika Sentosa (DSSA) naik Rp 300 ke Rp 11.000, dan Tambang Batubara Bukit Asam (PTBA) naik Rp 250 ke Rp 20.500.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pergerakan nilai tukar Rupiah/US$ berdasarkan kurs BI di level Rp 8.995/US$ dari sebelumnya di level Rp 8.892/US$. Pergerakan ini dipicu sikap pelaku pasar yang wait and see terhadap rilis data non-farm payrolls AS. Pasar berekspektasi positif setelah data Jobless Claim AS yang dirilis melampaui ekspektasi menjadi 367 ribu dari sebelumnya 379 ribu. Kondisi itu memicu penguatan US$ di tengah penguatan mata uang lain yang dinilai sudah oversold termasuk Rupiah. Adanya laporan manufaktur regional yang rata-rata mengalami peningkatan di atas ekspektasi sehingga memicu penguatan US$ terhadap mata uang lainnya. Apresiasi US$ juga dipicu pernyataan Bernanke dimana pengeluaran produksi dan aktivitas pasar tenaga kerja AS masih belum pasti positif sehingga pasar berbalik arah agak pesimistis dan beralih ke aset US$.
Bursa saham Asia Pasifik bergerak variatif dengan pelemahan pada Jepang, Australia, New Zealand, dan KorSel. Pergerakan dipicu respon datar investor terhadap rilis data Purchasing Managers Index (PMI) resmi China beberapa hari sebelumnya yang hanya naik tipis ke 50,5 (Januari'12) dari 50,3 (Desember'11)dan menjelang data ketenagakerjaan AS. Indeks Nikkei melemah menjelang data ketenagakerjaan AS. Indeks KOSPI juga melemah tertekan saham produsen kapal. Indeks ASX melemah seiring sikap investor yang berhati-hati menjelang data ketenagakerjaan AS serta pembicaraan yang berlarut-larut mengenai kesepakatan restrukrisasi utang Yunani. Di sisi lain berita bahwa China akan membatasi pinjaman hipotek untuk pembelian rumah oleh orang asing untuk membendung investasi luar negeri di pasar properti sempat membuat pasar bergerak melemah. Dari Asia Pasifik, data yang dirilis diantaranya AIG Service Index Australia di level 51,9 dari sebelumnya 49.
Bursa saham Eropa bergerak menguat kecuali Yunani dan Slovenia. Pergerakan ini dipicu respon positif investor terhadap rilis data pekerja AS sebagai indikasi adanya kekuatan pemulihan di negara tersebut. Bursa saham Jerman menguat didukung saham-saham eksportir setelah rilis berita kenaikan data pekerja AS. Selain itu, kenaikan pada bursa saham Eropa didukung rilis kenaikan data-data manufaktur. Data ekonomi yang dirilis diantaranya Service PMI Perancis di level 52,3 dari sebelumnya 51,7; Service PMI Jerman di level 53,7 dari sebelumnya 54,5; Service PMI Inggris di level 56 dari sebelumnya 54; Service PMI Eropa di level 50,4 dari sebelumnya 50,5; dan CPI (MoM) Italia di level 0,3% dari sebelumnya 0,4%.
Bursa kawasan Amerika bergerak positif kecuali Argentina. Pergerakan ini dipicu respon positif investor terhadap rilis Laju penciptaan lapangan kerja AS meningkat pada Januari 2012 tercatat sebanyak 243 ribu posisi baru. Sementara tingkat pengangguran turun menjadi 8,3%. Peningkatan lapangan kerja baru ini terutama disumbang dari sektor jasa, khususnya ritel serta industri makanan dan minuman. Sektor pergudangan, manufaktur, pertambangan dan kesehatan juga turut menyumbang pembukaan lapangan kerja baru. Pada bulan Desember 2011, pertumbuhan ekonomi telah menciptakan lapangan kerja baru sebanyak 200 ribu pekerjaan dan tingkat pengangguran turun menjadi 8,5%. Data ekonomi yang dirilis, yaitu Nonfarm Payrolls di level 243 ribu dari sebelumnya 203 ribu; Unemployment Rate di level 8,3% dari sebelumnya 8,5%; Private Nonfarm Payrolls di level 257 ribu dari sebelumnya 220 ribu; dan ISM Non Manufacturing Index di level 56,8 dari sebelumnya 52,6.
Pada perdagangan Senin (6/2) diperkirakan IHSG akan berada pada support 3990-4.002 dan resistance 4.027-4.039. IHSG akan membentuk pola candle upper abandoned baby dimana sebelumnya telah membentuk pola menyerupai three white soldier . Posisi candle mendekati upper bollinger bands . MACD mencoba membentuk golden cross dengan histogram negatif yang memendek. RSI, William's %R, dan Stochastic terlihat tertahan kenaikannya di area overbought . Pergerakan positif dari Eropa dan AS diharapkan masih membawa IHSG ke teritori positif hari ini. Namun demikian, tentu kenaikan ini perlu diwaspadai oleh adanya aksi profit taking .
(qom/qom)











































