Indeks sektoral saham bergerak positif dengan penguatan pada indeks aneka industri yang naik 2,83% ke level 1.330,64; indeks keuangan naik 1,47% ke level 486,07; indeks manufaktur naik 1,26% ke level 1.009,73; indeks perkebunan naik 1,25% ke level 2.313,61; indeks infrastruktur naik 1,22% ke level 730,30; indeks perdagangan naik 1,11% ke level 646,32; indeks pertambangan naik 1,10% ke level 2.782,55; indeks properti naik 0,85% ke level 258,97; indeks konsumer naik 0,52% ke level 1.318; dan indeks industri dasar naik 0,36% ke level 426,97. Indeks MBX, DBX, dan ISSI menguat. IHSG mengalami net foreign buy sebesar Rp 370,39 miliar dengan total pembelian asing Rp 3,85 triliun dan total penjualan asing mencapai Rp 3,48 triliun.
Saham-saham yang naik signifikan dan masuk dalam jajaran top gainers diantaranya Sepatu Bata (BATA) naik Rp 3.500 ke Rp 66.000, Astra International (ASII) naik Rp 2.400 ke Rp 73.900, United Tractors (UNTR) naik Rp 800 ke Rp 29.600, Indo Tambangraya Megah (ITMG) naik Rp 750 ke Rp 22.700, Astra Agro Lestari (AALI) naik Rp 650 ke Rp 22.700; Gudang Garam (GGRM) naik Rp 550 ke Rp 54.650, Roda Vivatex (RODA) naik Rp 500 ke Rp 2.500, Bank Mayapada International (MAYA) naik Rp 350 ke Rp 2.200, dan Mitra Adiperkasa (MAPI) naik Rp 350 ke Rp 5.600.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Bursa-bursa di Asia sejak awal perdagangan mayoritas menguat atas sentimen positif tersebut dan berimbas ke pergerakan IHSG. Sepanjang perdagangan, IHSG menyentuh level 3.976,58 (level tertingginya) menjelang akhir sesi 2 dan juga sempat menyentuh level 3.928,24 (level terendahnya) di akhir sesi 1 dan akhirnya berhasil bertengger di level 3.976,54. Volume perdagangan dan nilai total transaksi tercatat naik. Investor asing mencatatkan nett buy dengan kenaikan nilai transaksi beli dan nilai transaksi jual. Investor domestik mencatatkan nett sell .
Pergerakan nilai tukar Rupiah/US$ berdasarkan kurs BI di level Rp 9.028/US$ dari sebelumnya di level Rp 8.995/US$. Pergerakan ini dipicu dipicu oleh beberapa data ekonomi AS yang dirilis positif, antara lain klaim pengangguran, laporan Penjualan Perumahan, dan Indeks Harga Produsen yang semuanya mencatatkan angka yang positif. Di sisi lain, laporan manufaktur Philadelphia juga tak kalah positif. Kondisi ini sempat membuat nilai tukar US$ mengalami kenaikan sehingga melemahkan Rupiah. Tetapi, kenaikan ini bisa diimbangi dengan menguatnya Euro pasca perkembangan terbaru bailout Yunani yang memberikan angin segar untuk jangka pendek. Diharapkan bailout Yunani semakin mendekati kesepakatan. Walaupun para MenKeu Uni Eropa menunda keputusan bailout senilai β¬130 miliar hingga 20 Februari 2012, ada rencana baru untuk memberikan pinjaman kepada Yunani yang dikhususkan untuk membayar pinjamannya yang jatuh tempo pada 12 Maret 2012 senilai β¬14,5 miliar.
Bursa saham Asia Pasifik bergerak positif kecuali pada Laos dan Bangladesh. Pergerakan dipicu sikap positif investor terhadap data ekonomi AS yang di atas estimasi, terutama data initial jobless claims . Tidak hanya itu, naiknya data indeks manufaktur dan kepercayaan konsumen AS membuat bursa saham AS mampu bergerak positif yang akhirnya direspon positif oleh mayoritas bursa saham Asia. Padahal sebelumnya itu bursa saham Eropa masih bergerak di zona merah setelah merespon penundaan pertemuan para MenKeu Eropa untuk membahas krisis Yunani. Selain itu, pergerakan bursa saham Asia juga dipicu optimistisme bahwa Yunani akan mendapatkan dana bailout ke-2 dari kreditur internasional. Berita ini muncul seiring langkah ECB yang telah menukar obligasi Yunani dengan sejumlah obligasi baru senilai β¬50 miliar. Transaksi tersebut akan diselesaikan pada 20/2/12. Langkah ini mendorong spekulasi bahwa Yunani akan mendapatkan bailout ke- 2 sehingga kemudian meningkatkan permintaan aset-aset berisiko. Dari Asia Pasifik, data yang dirilis diantaranya Trade Balance Singapura di level US$ 1,26 miliar dari sebelumnya US$ 7,61 miliar.
Bursa saham Eropa bergerak positif kecuali pada Norwegia. Pergerakan ini dipicu respon positif investor terhadap data ekonomi AS yang positif. Sektor perbankan kembali menjadi incaran pelaku pasar dan menjadi salah 1 yang menguat. Selain itu, juga didukung saham pertambangan dan sumber daya alam. Sekalipun Jerman sedang menghadapi pengunduran diri Presidennya karena kasus perumahan namun, indeks DAX tetap bertahan di zona hijau. Beberapa pertemuan penting yang direspon positif investor, yaitu pertemuan PM Inggris, David Cameron, dengan Presiden Perancis, Nicolas Sarkozy, di Paris. Hal ini untuk membahas konsolidasi keduanya dimana sebelumnya dalam beberapa kesempatan terjadi perbedaaan yang dipicu penolakan Inggris terhadap perjanjian zona Euro yang baru, yaitu soal integrasi fiskal serta pajak transaksi keuangan. Pertemuan lain adalah PM Italia, Mario Monti, dan Kanselir Jerman, Angela Merkel, melalui teleconference untuk membahas upaya Italia untuk menghindari seperti nasib Yunani. Yunani berharap mendapatkan persetujuan dari MenKeu Uni Eropa pada Senin (20/2/2012) untuk memulai skema swap utang dengan pemegang obligasi swasta. Data ekonomi yang dirilis diantaranya PPI (MoM) Jerman di level 0,6% dari sebelumnya -0,4%; dan Retail Sales (MoM) Inggris di level 0,9%
dari sebelumnya 0,6%.
Bursa kawasan Amerika bergerak positif kecuali indeks Nasdaq; bursa saham Kanada dan Meksiko. Pergerakan ini dipicu aksi profit taking investor. Selain itu, investor juga sedang wait and see terhadap pertemuan para MenKeu Eropa pada Senin (20/2/12) untuk membahas kemungkinan bailout Yunani. Data ekonomi yang dirilis, yaitu CPI (MoM) di level 0,2% dari sebelumnya 0%; dan Leading Indicators (MoM) di level 0,7%.
Pada perdagangan Senin (20/2) diperkirakan IHSG akan berada pada support 3.812-3.944 dan resistance 3.992-4.008. IHSG membentuk pola candle white marubozu dimana sebelumnya membentuk candle hammer . Posisi candle sedikit menyentuh middle bollinger bands . MACD mencoba naik dengan histogram negatif yang memendek. RSI, William's %R, dan Stochastic kembali reversal naik dan gagal menuju area oversold . Sentimen positif seputar Eropa masih ada dan kemungkinan masih akan membuat IHSG bertahan di zona hijau. Apalagi bila kesepakatan bailout Yunani disetujui hari ini namun, bila yang terjadi sebaliknya maka bersiaplah untuk kondisi pelemahan kembali.
(qom/qom)











































