Jakarta - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengakhiri sesi perdagangan Jumat (24/02) dengan penurunan sebesar 64.247 poin atau 1.62% menjadi 3,894.562. Seluruh sektor ditutup negatif pada hari Jumat, dengan penurunan terbesar terjadi di indeks sektor aneka industri (-3.17%), sektor agrikultur (-2.39%) dan sektor industri dasar (-2.22%). Sebanyak 4.008 miliar lembar saham senilai Rp 5.439 triliun berpindah tangan di pasar reguler IHSG pada hari Jumat. Sedangkan investor asing membukukan aksi jual bersih senilai Rp 896.038 miliar. Untuk setiap saham yang naik pada perdagangan hari Jumat, lebih dari empat saham turun pada sesi perdagangan Jumat. Sementara itu, bursa-bursa regional Asia sebagian besar diperdagangkan menguat setelah sesi perdagangan yang cukup volatil, didukung oleh masih naiknya harga minyak dunia. Menguatnya indeks-indeks bursa Asia juga dimotori oleh kenaikan indeks bursa saham AS pada hari Kamis sebelumnya setelah data klaim pengangguran menunjukkan hasil yang lebih b aik dari perkiraan data harga perumahan di AS mengangkat sentimen pasar. Naiknya harga minyak di atas USD 108 per barel membantu mendorong kenaikan saham-saham berbasis energi di Asia. Turunnya IHSG di sela-sela naiknya indeks bursa saham Asia pada hari Jumat secara umum dipengaruhi oleh naiknya harga minyak dunia, sehingga dapat menambah beban biaya bagi perusahaan-perusahaan di Indonesia dari segi penggunaan bahan bakar. Indeks sektor aneka industri merupakan sektor yang jatuh paling dalam pada perdagangan hari Jumat. Saham-saham yang termasuk jajaran top losers antara lain Alam Karya Unggul (AKKU -18.2%), Multi Prima Sejahtera (LPIN -9.0%), Duta Anggada Realty (DART -7.3%), Pembangunan Jaya Ancol (PJAA -6.4%) dan Indo Straits (PTIS -6.3%). Sementara saham-saham yang termasuk lima top gainers sesi Jumat antara lain Surabaya Agung Industri Pulp dan Kertas (SAIP +20.0%), Danayasa Arthatama (SCBD +15.2%), Kokoh Inti Arebama (KOIN +11.1%), Tifico Fiber Indonesia (TFCO +10.3%) dan D arma Henwa (DEWA +9.0%).
Saham-saham AS ditutup beragam pada sesi perdagangan Jumat, setelah data ekonomi AS yang lebih baik dari perkiraan memudarkan kekhawatiran akan naiknya harga minyak dunia terhadap biaya operasional perusahaan-perusahaan AS. Indeks Dow Jones Industrial Average ditutup melemah hampir 2 poin menjadi 12,982.95, dan mencatat kenaikan mingguan sebesar 0.3%. Indeks S&P 500 naik 2.28 poin atau 0.2% menjadi 1,365.74, dan mencatat level tertinggi sejak Juni 2008. Dari 10 kelompok industri S&P 500, sektor teknologi naik terbanyak dan sektor finansial mengalami penurunan terdalam. Dalam sepekan lalu, indeks S&P 500 naik 0.3%. Indeks Nasdaq Composite mencatat kenaikan 6.77 poin atau 0.2% menjadi 2,963.75 pada hari Jumat, dan mencatat kenaikan mingguan 0.4%.
Kami memperkirakan IHSG akan naik hari ini, setelah mengalami koreksi pada hari Jumat. Harga saham-saham emiten yang telah mengalami koreksi akan memberikan kesempatan pada investor untuk melakukan aksi beli. Kami perkirakan level support dan resistance IHSG hari ini akan berada di 3,820 dan 3,990.
Technical Pick:
BMRI (6,100) – SELL
SMGR (10,850) – Spec. Sell
ELTY (130) – Spec. Sell
BDMN (4,250) – SELL
(ang/ang)