Phillip Securities: IHSG Masih Bisa Menguat

Phillip Securities: IHSG Masih Bisa Menguat

- detikFinance
Jumat, 16 Mar 2012 09:58 WIB
Jakarta - Pada akhir perdagangan kemarin IHSG mengalami pelemahan sebesar 14.346 poin atau 0.35% ke 4,039.980. Sejalan dengan IHSG, LQ-45 juga mengalami pelemahan, yaitu sebesar 0.58% atau 4.058 poin menjadi 697.9801. Sebanyak 177 saham dilanda aksi jual sedangkan 100 saham naik dan 102 lainnya tidak bergerak atau stagnant. Indeks-indeks sektoral berakhir mixed dengan lima sektor ditutup di zona merah dan sisanya pada zona hijau. Sektor yang memicu melemahnya IHSG antara lain sektor barang dan jasa yang turun 1.42%, diikuti oleh sektor pertambangan melemah 1.37% dan sektor agrikultur turun 0.97%. Sedangkan sektor yang menahan pergerakan IHSG dari penurunan lebih lanjut antar lain sektor properti dan konstruksi yang menguat 1.39%, diikuti oleh sektor perdagangan dan jasa naik 0.77% dan sektor industri dasar naik 0.62%.

Sebagian besar saham di bursa regional Asia melemah kemarin, didorong oleh kekhawatiran bahwa pemerintah China belum akan memperlonggar kebijakan moneternya untuk membatasi naiknya harga properti di China. Secara keseluruhan, saham-saham sektor komoditas dan properti paling banyak mengalami tekanan jual di Asia kemarin. Pasar juga menunggu persetujuan pinjaman untuk Yunani senilai 28 miliar euro atau USD 36.59 miliar dari IMF. Sementara itu, tercatat sebanyak 3.850 miliar lembar saham senilai Rp 3.530 triliun di perdagangkan di pasar reguler. Investor asing membukukan aksi beli bersih senilai Rp 720.755 miliar. Saham-saham yang termasuk jajaran top losers Kamis antara lain Indo Tambangraya Megah (ITMG) turun 1,200 poin atau 2.81% menjadi Rp 41,550, Gudang Garam (GGRM) turun 700 poin atau 1.24% ke Rp 55,600, Unilever Indonesia (UNVR) turun 650 poin atau 3.258% menjadi Rp 19,150, Astra Agro Lestari (AALI) melemah 600 poin atau 2.63% ke Rp 22,200, dan Mayora Indah (MYOR) turun 500 poin atau 3.03% ke Rp 16,000. Sedangkan saham-saham yang mencatat kenaikan terbanyak antara lain Indomobil Sukses International (IMAS) naik 800 poin atau 5.48% ke Rp 15,400, Myoh Technology (MYOH) menguat 450 poin atau 8.74% ke Rp 5,600, Hexindo Adiperkasa (HEXA) naik 350 poin atau 3.29% ke Rp 11,000. Semen Gresik (Persero) (SMGR) menguat 350 poin atau 2.87% ke Rp 12,550, dan Cahaya kalbar (CEKA) naik 280 poin atau 24.35% ke Rp 1,430.

Saham-saham AS menguat pada hari Kamis, dengan indeks S&P 500 ditutup di atas level 1,400 untuk pertama kalinya sejak 2008. Naiknya indeks bursa-bursa saham AS tersebut didorong oleh data klaim pengangguran (jobless claim) yang turun menjadi 351,000 pekan lalu, dan data manufaktur di wilayah Philadelphia (Philadelphia Fed Survey) yang mengindikasikan naiknya aktivitas manufaktur di wilayah tersebut. Indeks Dow Jones Industrial Average naik 58.66 point atau 0.4% menjadi 13,252.76, dipimpin oleh saham Bank of America Corp. (BAC). Indeks S&P 500 naik 8.32 poin atau 0.6% menjadi 1,402.60, sementara indeks Nasdaq Composite mencatat kenaikan 15.64 poin atau 0.5% ke 3,056.37.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

IHSG masih dapat menguat hari ini, namun dengan kenaikan terbatas. Momentum positif dari bursa AS semalam akan diimbangi oleh menguatnya mata uang Yen di pasar Asia pagi ini, terutama saham-saham perusahaan energi di bursa-bursa regional Asia kemungkinan mendapat tekanan dari menguatnya mata uang Jepang tersebut. Kami perkirakan level support dan resistance IHSG hari ini akan berada di 4,010 dan 4,080.

Technical Pick:
ITMG (41,550) – Spec. Sell
ANTM (1,840) – SELL
PTBA (20,400) – SELL
SIMP (1,330) – SELL

(dru/dru)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads