Bursa eropa semalam ditutup dalam kondisi melemah tipis dipengaruhi oleh sikap investor yang mulai melakukan profit taking pasca rally kuat yang dilakukan bursa eropa minggu lalu. Para investor di eropa tampaknya juga mencermati pidato Managing Director IMF, Christine Lagarde di Beijing yang menyatakan bahwa ekonomi dunia mulai menunujukkan tanda-tanda kestabilan dari ekonomi zoa eropa dan AS, namun tingginya tingkat utang di negara-negara maju serta tingginya harga minyak dunia tetap menjadi risiko utama kedepannya.
Sementara itu bursa AS semalam ditutup menguat tipis di tengah minimnya sentimen yang beredar di pasar. Data-data ekonomi tampaknya masih akan menjadi perhatian utama para investor di AS. Minggu ini data penjualan rumah di AS yang merupakan salah satu indikator utama ekonomi AS akan menjadi perhatian investor selain data tenaga kerja AS yang tetap menjadi perhatian utama bagi para investor di kawasan tersebut. Data jumlah Klaim Pengangguran mingguan yang dijadwalkan akan dikeluarkan Kamis 22 Maret mendatang akan menjadi fokus utama bagi para investor di AS.
IHSG hingga kini terus terjebak dalam periode konsolidasi dimana koreksi IHSG selama tiga hari terakhir telah membawa IHSG terus bergerak mendekati area Fibonacci Ratio 78,6% di level 3.986. Namun selama IHSG terus bertahan diatas level support kritikal tersebut, kami melihat Bullish Major Trend IHSG masih cukup kuat. Sementara itu bursa global ditutup dalam kondisi mixed semalam dipengaruhi oleh absennya sentimen baik positif maupun negatif yang dapat menentukan arah pasar yang lebih jelas. Kondisi ini kembali membuat IHSG mengacu pada sentimen domestik yang kami perkirakan juga tidak akan banyak sehingga kemungkinan volume transaksi akan kembali tipis pada perdagangan hari ini. Kami perkirakan IHSG akan kembali bergerak mixed pada perdagangan hari ini dengan kisaran level support 4.003 - 4.010 dan level resistance 4.041 - 4.057.
(dru/dru)











































