Magnus Capital: Indeks Regional Berikan Sentimen Negatif

Magnus Capital: Indeks Regional Berikan Sentimen Negatif

Magnus Capital - detikFinance
Rabu, 04 Apr 2012 10:04 WIB
Magnus Capital: Indeks Regional Berikan Sentimen Negatif
Jakarta - Pada Perdagangan kemarin, IHSG bergerak menguat dan ditutup naik 49.37 poin ke level 4215.44 dengan transaksi senilai Rp 7.15 triliun dan asing melakukan net buying senilai Rp 1.2 triliun. IHSG mencetak rekor teringgi pasca krisis 2008 kemarin, penguatan ditopang oleh laporan keuangan atas kinerja emiten yang bagus dan investor memburu saham saham yang berfundamental bagus serta yang mengusulkan payout ratio dividen besar tahun ini.


Indeks Dow jones semalam ditutup turun 64.94 poin ke level 13199.55 akibat sentimen negatif dari The Fed yang ragu- ragu untuk menambahkan stimulus baru. Indeks S&P turun 5.6 poin dan nasdaq turun 6.13 poin. Indeks regional pagi ini dibuka melemah dan diperkirakan akan memberikan sentimen negatif bagi pergerakan IHSG.

Secara teknikal, IHSG berhasil melanjutkan penguatan menembus resistance 4200. Indikator RSI bergerak Uptrend memasuki area overbought dan stochastic membentuk dead cross di area overbought. IHSG diperkirakan akan bergerak pada range 4195-4250.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

CorprateNews

  • BORN: Perseroan mendapat Sokongan dari First Gulf Bank dengan komitmen utang US$ 200 juta, malalui sindikasi US$ 1 miliar yang diatur Standard Charterd Plc.
  • APLN: Perseroan mengakuisisi 65 saham PT Pandega Citraniaga yang merupakan pemeilik The Plaza Balikpapan , total nilai akuisisi diperkirakan mencapai Rp 1.5 triliun.
  • JSMR: Perseroan berencana melepas selururh kememilikan sahamnya pada PT CItra Marga Nusaphala Persada Tbk (CMNP) sebesar 4% atau 81.6 juta saham. Perseroan juga akan menjual 24.5 juta treasury stock.
  • ABMM:Perseroan membidik kenaikan laba bersih sebesar 150% menjadi Rp 1 triliun tahun ini. Pertumbuhan laba sejalan dengan ekspektasi kenaikan pendapatan dan penerapan efisiensi biaya.
  • ERRA:Perseroanmembidik pendapatan tahun ini senilai Rp 8.5 triliun atau meningkat 24% dibandingkan realisasi 2011 sebesar Rp 6.8 triliun.

(dru/dru)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads