Jakarta - Lemahnya data tenaga kerja Amerika akhir minggu sebelumnya membuat bursa Asia memerah pada awal pekan ini (09/04), di benua Eropa pasar masih belum dibuka pasca libur umat kristiani. IHSG tidak banyak bergerak, turun 12,307 poin (-0,3%) ke level 4154,067 dengan total nilai transaksi yang relatif kecil Rp 3,1 triliun. 147 saham turun berbanding 87 yang naik, tiga sektor mencatatkan kenaikan berbanding enam sektor yang turun. Sektor konstruksi (+1,09%) menjadi penopang utama indeks sebaliknya sektor pertanian (-0,96%) menjadi beban utama indeks. BKSL, Bukit sentul, (+11,11%) menjadi saham dengan volume dan nilai transaksi terbesar. Pengembang property dan real estate ini tampak dalam trend naik sejak melaporkan kinerja 2011 yang mencatatkan kenaikan laba bersih lebih dari 100%.
IHSG pada perdagangan hari ini diperkirakan kembali melemah terimbas sentimen negative bursa Wallstreet. Indeks akan menguji level 4134 dan bila gagal mencoba bertahan di level 4120. Sepanjang indeks di atas level 4121 masih dalam fase bullish. Listingnya saham PT Bekasi Fajar Industrial Estate Tbk (BSIE) dengan harga IPO sebesar Rp 170 per saham diharapkan dapat menahan kejatuhan indeks. Sektor property, aneka industry dan infrastruktur diperkirakan aktif diperdagangkan. Indikator Stochastic maupun MACD keduanya bergerak downtrend. Indeks diperkirakan bergerak ke kisaran 4100 hingga 4170.
(ang/ang)