Mega Capital: Indeks Fluktuatif, Cenderung Menguat Terbatas

Mega Capital: Indeks Fluktuatif, Cenderung Menguat Terbatas

- detikFinance
Senin, 30 Apr 2012 09:40 WIB
Mega Capital: Indeks Fluktuatif, Cenderung Menguat Terbatas
Jakarta - Selama sepekan IHSG terkoreksi –0.42%. Selama perdagangan sepekan kemarin IHSG mengalami koreksi sebesar –0.42%, turun ke level 4,163. Meski demikian, investor asing sendiri mencatatkan posisi net buying senilai IDR 797 miliar. Koreksi yang terjadi di pasar saham Indonesia ini lebih terpengaruh sentimen negative regional terkait kisruh politik di Eropa dimana Perdana Menteri Belanda mengundurkan diri serta Presiden Perancis kalah dalam pemilu putaran pertama. Sektor yang mengalami koreksi terbesar adalah sektor Aneka Industry yang anjlok –3.03% serta Pertambangan yang turun –2.37%). Sementara itu empat sektor berhasil ditutup menguat, diantaranya sektor Infrastruktur (+2.71%), Barang Konsumsi (+1.60%), Properti (+1.14%) dan Industri Dasar (+0.57%). Dari pasar Asia, selama sepekan indeks Nikkei 225 terkoreksi –0.4%, Hang Seng –1.3% dan Shanghai –0.4%. Sementara itu indeks Kospi naik tipis sekitar +0.1%. Kembali ke Indonesia, minggu ini pasar akan menanti data inflasi bulan Apr il. Konsensus memproyeksikan inflasi bulanan April akan sebesar +0.20% mom, lebih besar dari inflasi Maret sebesar +0.07% mom. Secara yoy, inflasi April diproyeksikan mencapai +4.46% yoy, naik dari inflasi Maret yang hanya sebesar +3.97% yoy.

The Fed dan earnings results angkat Wall Street. Earnings results 1Q12 yang melebihi estimasi para analis serta pernyataan positif dari the Federal Reserve menjadi katalis positif bagi pasar saham Amerika, dimana pada minggu lalu indeks DJIA berhasil ditutup naik +1.5% ke level 13,228 sementara indeks S&P 500 naik +1.8% ke 1,403. Dari 270 emiten yang telah mengumumkan 1Q12 results, sebanyak 75% nya berhasil melebihi estimasi analis. Rata rata pertumbuhan EPS 1Q12 ini diproyeksikan mencapai +5.3%, lebih tinggi dari proyeksi sebelumnya yang hanya mencapai +4.5%. Selain itu, the Fed juga menaikan proyeksi pertumbuhan ekonomi AS. Meski demikian, sejumlah data ekonomi yang dirilis minggu lalu tidak terlalu bagus, dimana Consumer Confidence turun ke level 69.2, Durable Goods Orders anjlok –4.2%, serta 1Q12 GDP hanya tumbuh +2.2%, lebih rendah dari proyeksi pasar sebesar +2.5% dan 4Q11 yang tumbuh +3.0%. Minggu ini pasar akan menanti data Construction Spending (est. +0.5%, prior –1.1%), ISM Manufacture (est. 53, prior 53.4), ISM Non-Manufacture (est. 55.5, prior 56), Factory Orders (est. –1.5%, prior +1.3%) dan Unemployment Rate (est. 8.2%, prior 8.2%).

Indeks Fluktuatif, Cenderung Menguat Terbatas (Range 4,150—4,185). Sempat mencoba untuk melewati resistance level di 4,185 Indeks akhirnya ditutup melemah pada perdagangan sebelumnya berada di 4,163 dan melanjutkan masa konsolidasi. Indeks dimungkinkan untuk kembali melanjutkan masa konsolidasinya dengan support level di 4,150 dan resistance level di 4,185. Indeks juga tampak sedang menguji support level pada equidistant channel di 4,160 yang berpeluang mengalami technical rebound, akan tetapi jika mampu melewatinya dimungkinkan untuk menguji support level 4,150. Pelemahan di bawah 4,150 diperkirakan belum mampu membentuk kecenderungan baru, kecuali pelemahan indeks hingga melewati 4,120. Hari ini diperkirakan indeks kembali fluktuatif dengan kecenderungan menguat terbatas.

(ang/ang)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads