Phillip Securities: IHSG Belum Lepas Dari Sentimen Eropa

Phillip Securities: IHSG Belum Lepas Dari Sentimen Eropa

- detikFinance
Rabu, 16 Mei 2012 09:47 WIB
Jakarta - IHSG ditutup melemah 7.423 poin atau 0.18% menjadi 4,045.644 pada perdagangan hari Selasa (15/05) setelah mengalami sesi perdagangan yang cukup volatil. Indeks sempat mencapai level tertinggi harian di 4,068.723, namun juga sempat menyentuk level terendah di bawah 4,000, yaitu di 3,997.772. Enam sektor melemah, dipimpin oleh sektor agrikultur yang turun 1.82%, diikuti sektor pertambangan yang turun 1.51% dan sektor aneka industri melemah 1.17%. Sementara sektor properti dan konstruksi berakhir positif 1.36%, dan sektor infrastruktur menguat 1.21%. LQ 45, indeks saham-saham blue-chip Indonesia, berakhir turun 0.546 poin atau 0.08% menjadi 686.310. Sebagian besar bursa-bursa saham di Asia melemah pada perdagangan Senin (15/05), setelah dilanda aksi jual yang dipicu kekhawatiran para pelaku pasar terhadap kemungkinan keluarnya Yunani dari zona Eropa. Namun data ekonomi Jerman yang menunjukkan pertumbuhan ekonomi negara tersebut di kuartal pertama 2012 menyokong pasar dari kejatuhan yang dalam. Sebanyak 133 saham emiten di IHSG turun, 106 saham menguat, dan sisanya 82 saham stagnan. Pasar reguler IHSG membukukan transaksi sebesar 3.087 miliar lembar saham senilai Rp 4.455 triliun. Investors asing membukukan aksi jual bersih senilai Rp 567.006 miliar. Saham-saham yang termasuk jajaran top gainers Selasa antara lain Gudang Garam (GGRM) naik 1,000 poin atau 1.72% ke Rp 59,000, Supreme Cable Manufacturing and Commerce (SCCO) menguat 600 poin atau 25.00% ke Rp 3,000, Indo Tambangraya Megah (ITMG) naik 550 poin atau 1.55% ke Rp 36,000, Lippo Cikarang (LPCK) naik 300 poin atau 8.70% ke Rp 3,750, dan Perusahaan Gas Negara (PGAS) naik 250 poin atau 6.71% ke Rp 3,975. Sementara saham-saham yang termasuk jajaran top losers Selasa antara lain Bayan Resources (BYAN) melemah 1,050 poin atau 6.84% ke Rp 14,300, Indomobil Sukses Internasional (IMAS) turun 800 poin atau 4.66% ke Rp 16,350, Astra Agro Lestari (AALI) melemah 700 poin atau 3.45% ke Rp 19,600, Astra International (ASII) turun 650 poin atau 0.95% ke Rp 67,950, dan Unilever Indonesia (UNVR) melemah 550 poin atau 2.52% ke Rp 21,250.

Bursa AS masih diwarnai zona merah. Dow Jones ditutup melemah 0.5% atau 63.35 poin ke level 12,632. Nasdaq turun 0.3% atau 8.82 poin ke level 2,893.76. S&P 500 turun 0.57% atau 7.69 poin ke level 1,330.66. Kekhawatiran tentang Yunani mengalahkan hasil data manufaktur area New York yang melebihi estimasi. Para petinggi mengatakan bahwa pemilu kedua di Yunani akan diadakan semenjak politisi gridlock meninggalkan Yunani tanpa ada pemimpin sejak 6 Mei. Ini menimbulkan kekhawatiran akan stabilitas perbankan di negara tersebut. The Dollar Index, indeks yang membandingkan dengan enam mata uang mayoritas lainnya, naik berturut-turut selama 12 hari terakhir. Indeks Stoxx Europe 600 turun ke level terendah dalam tahun ini. Minyak turun ke level terendah dalam lima bulan.

Pegerakkan IHSG kemarin menunjukkan tekanan koreksi mulai melemah, hingga kembali ditutup di 4,045. Namun, isu negatif Eropa belum menunjukkan adanya titik cerah. Terlihat bahwa bursa AS dan regional masih tertekan. Kami memprediksi IHSG masih cenderung melemah, meskipun tidak sedalam hari-hari sebelumnya. Indeks kami perkirakan akan diperdagangkan dalam rentang harga 4,020 dan 4,115.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Technical Pick:
PGAS (3,975) – Spec. Buy. R2: 4,250, R1: 4,100, S1: 3,825, S2: 3,675
ADRO (1,680) – SELL. R2: 1,820, R1: 1,730, S1: 1,610, S2: 1,520
INTP (17,650) – SELL. R2: 18,850, R1: 18,000, S1: 17,000, S2: 16,350
ENRG (168) – Spec. Sell. R2: 183, R1: 175, S1: 158, S2: 147

(ang/ang)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads