Jakarta - IHSG melonjak tajam pada perdagangan Jumat (27/07), setelah presiden bank sentral Eropa (ECB) β Mario Draghi pada hari Kamis sore mengatakan bahwa bank sentral Eropa tersebut akan melakukan tindakan yang diperlukan untuk mempertahankan Zona Euro. Hal tersebut menimbulkan spekulasi bahwa ECB akan melakukan stimulus ekonomi dalam waktu dekat. IHSG ditutup naik 79.436 poin atau 1.98% ke 4,084.212, dengan didukung oleh menguatnya saham-saham di delapan sektor utama. Saham-saham sektor finansial memimpin kenaikan, dengan indeks sektor tersebut menguat 2.97%. Sementara sektor infrastruktur dan sektor aneka industri masing-masing naik 2.62% dan 2.47%. Indeks LQ 45 ditutup positif 18.226 poin atau 2.68% ke 698.856. Sebagian besar saham-saham di bursa-bursa Asia menguat signifikan di hari terakhir minggu ini, dipicu oleh optimisme bahwa ECB akhirnya akan bertindak dalam kapasitasnya sebagai bank sentral Eropa untuk memperbaiki krisis utang di zona tersebut. Selain itu, menguatnya indeks-indeks bursa AS pada perdagangan hari sebelumnya juga ikut memberikan momentum positif pada saham-saham Asia. Untuk setiap saham yang turun, lebih dari dua saham lainnya menguat pada perdagangan Jumat di Bursa Efek Indonesia, dimana 2.416 miliar lembar saham senilai Rp 4.33 triliun berpindah tangan di pasar reguler. Investor asing membukukan aksi beli bersih senilai lebih dari Rp 2.2 triliun. Top gainers Jumat termasuk saham Multi Bintang Indonesia (MLBI) menguat 4,500 poin atau 0.64% menjadi Rp 705,000, Surya Toto Indonesia (TOTO) naik 2,000 poin atau 3.33% ke Rp 62,000, Gudang Garam (GGRM) bertambah 1,500 poin atau 2.65% di Rp 58,150,
Unilever Indonesia (UNVR) naik 800 poin atau 3.43% menjadi Rp 24,100, dan Astra Agro Lestari (AALI) ditutup positif 700 poin atau 3.15% di Rp 22,900. Sementara saham-saham top losers diantaranya Indosiar Karya Media (IDKM) turun 400 poin atau 6.67% ke Rp 5,600, Surya Citra Media (SCMA) melemah 350 poin atau 3.24% ke Rp 10,450, Indofood CBP Sukses Makmur (ICBP) terpangkas 100 poin atau 1.53% menjadi Rp 6,450, Sumber Alfaria Trijaya (AMRT) kehilangan 100 poin atau 1.79% di Rp 5,500, dan Hero Supermarket (HERO) turun 75 poin atau 2.21% di Rp 3,325.
Saham-saham AS mengalami kenaikan tajam pada perdagangan Jumat (27/07), seiring antisipasi para pelaku pasar terhadap tindakan yang akan diambil oleh bank sentral Eropa β ECB, dan bank sentral AS β the Fed. Indeks-indeks bursa AS mengalami reli setelah laporan bahwa presiden ECB β Mario Draghi akan mengadakan pembicaraan dengan presiden bank sentral Jerman (Bundesbank) β Jens Weidmann dalam upaya untuk mengatasi krisis utang Eropa, termasuk langkah pembelian surat-surat utang negara-negara Eropa yang sedang mengalami krisis. Indeks Dow Jones Industrial Average berakhir di 13,075.66, naik 187.73 poin atau 1.5% dan membukukan penutupan di atas level 13,000 untuk pertama kalinya sejak awal bulan Mei tahun ini. Saham Merck & Co. Inc. (MRK) memimpin kenaikan 30 komponen Dow, dan ditutup naik 4.1% setelah perusahaan farmasi tersebut melaporkan hasil kuartal ke-2 yang lebih baik dari perkiraan. Indeks S&P 500 ditutup naik 25.95 poin, atau 1.9% ke 1,385.97, dengan sektor kesehatan dan sektor teknologi membukukan kenaikan terbanyak di antara 10 kelompok industri S&P 500. Indeks Nasdaq Composite ditutup di 2,958.09, naik 64.84 poin atau 2.2%.
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berpotensi menguat hari ini, didorong oleh harapan bahwa krisis utang Eropa akan segera membaik dengan adanya langkah-langkah yang akan diadakan oleh bank sentral Eropa β ECB dan bank sentral AS β the Fed. IHSG juga akan dipengaruhi bias positif dari menguatnya bursa-bursa AS pada Jumat lalu. Indeks kami perkirakan akan diperdagangkan dengan support di 4,040 dan resistance di 4,124.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dalam perdagangan sepekan ini, fokus para pelaku pasar di bursa-bursa Asia maupun global akan tertuju pada keputusan tingkat suku bunga, serta ada atau tidaknya pelonggaran kuantitatif (quantitative easing) oleh bank sentral AS (Federal Reserve) yang akan diumumkan hari Rabu (01/08) dan oleh bank sentral Eropa (ECB) pada hari Kamis (02/08). Para pelaku pasar mengharapkan stimulus dalam bentuk pelonggaran kuantitatif (quantitative easing) oleh bank sentral kedua negara tersebut dalam bentuk pembelian surat-surat utang. Selain itu, data ketenagakerjaan AS yang akan dirilis hari Jumat (03/08) juga akan mempengaruhi pasar ekuitas global pekan ini. Konsensus analis memperkirakan jumlah pekerja di sektor non-pertanian AS (Nonfarm Payrolls) akan bertambah sebesar 100,000 pekerja di bulan Juli, sementara tingkat pengangguran (Unemployment Rate) AS diperkirakan masih akan sama di 8.2%. Dari dalam negeri, data inflasi bulan Juli akan dirilis hari Rabu (01/08), serta data neraca dagang Indonesia (Trade Balance) untuk bulan Juni dan hasil survei tingkat kepercayaan konsumen (Consumer Confidence Index) untuk bulan Juli akan dirilis pada hari yang sama. Inflasi Indonesia di bulan Juni sebesar 4.53%, neraca dagang bulan Mei lalu tercatat defisit USD 486 juta, dan indeks kepercayaan konsumen bulan Juni lalu di angka 114.4.
Technical Recommendations:
BBRI (6,700) β Spec. Buy. R2: 7,100, R1: 6,950, S1: 6,450, S2: 6,200
INTP (19,500) β BUY. R2: 19,900, R1: 19,700, S1: 19,250, S2: 18,900
ISAT (4,950) β BUY. R2: 5,350, R1: 5,200, S1: 4,650, S2: 4,300
IDKM (5,600) β Spec. Sell. R2: 6,200, R1: 5,900, S1: 5,450, S2: 5,200
(ang/ang)