Lautandhana Securindo: Indeks Berpotensi Rebound

Lautandhana Securindo: Indeks Berpotensi Rebound

- detikFinance
Rabu, 08 Agu 2012 09:13 WIB
Lautandhana Securindo: Indeks Berpotensi Rebound
Jakarta - IHSG kemarin melemah terbatas sebesar 0,5% untuk ditutup berada di level 4.085,58 ditengah masih maraknya aksi profit taking investor terutama pada saham-saham sektoral consumer dan manufaktur. Sektoral property dan perkebunan merupakan sektoral IHSG yang berhasil ditutup di teritori positif. Investor asing membukukan transaksi net buy senilai Rp 121 miliar. Transaksi IHSG cukup tinggi akibat adanya crossing saham BBCA senilai Rp 1,4 triliun. Saham-saham top gainers diantaranya Delta Jakarta (DLTA) naik Rp 4.500 ke Rp 195.000, Taisho (SQBI) naik Rp 3.000 ke Rp 240.000, Multi Prima (LPIN) naik Rp 375 ke Rp 4.250, dan Sarana Menara (TOWR) naik Rp 150 ke Rp 17.950; sedangkan saham-saham top losers antara lain Lion Metal (LION) turun Rp 850 ke Rp 9.650, Gudang Garam (GGRM) turun Rp 750 ke Rp 50.650, Unilever (UNVR) turun Rp 600 ke Rp 24.000, dan Mayora (MYOR) turun Rp 600 ke Rp 21.400.

Bursa Eropa dan Wall Street semalam kembali ditutup mengalami penguatang yang terdongkrak oleh turunnya yield surat utang Spanyol dan Italia. Indeks S&P 500 akhirnya ditutup menembus level 1.400 untuk pertama kalinya semenjak bulan Mei. Investor masih menunggu langkah konkret dari ECB untuk melakukan buy back surat utang negara Uni Eropa yang tengah bermasalah. Saham-saham sektoral teknologi, material dan berbasis komoditas menjadi penggerak utama penguatan bursa global. Sementara itu, konflik yang memanas di Timur Tengah mendongkrak naiknya harga minyak dunia sebesar 1,6% berada di level US$ 93,7 per barrel. Sektoral perbankan Eropa ditutup turun akibat adanya skandal Standard Chartered Bank atas transaksi dengan Iran senilai US$ 250 miliar.

Pagi ini bursa Asia dibuka pada teritori positif dimana indeks Nikkei +1,5%; KOSPI +1,4%; STI +0,2% dan KLSE +0,2%. Untuk IHSG hari ini kami perkirakan berpotensi terjadi teknikal rebound terbatas dengan kisaran trading 4.036-4.121.

(ang/ang)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads