Jakarta - Setelah mengalami perdagangan yang cukup volatil, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup dengan kenaikan moderat sebesar 16.981 poin, atau 0.41% di 4,160.660 pada hari Senin (10/09). Kenaikan indeks didukung oleh menguatnya tujuh dari 9 sektor utama, dipimpin oleh sektor aneka industri yang reli 3.28%, diikuti oleh sektor perdagangan dan jasa dengan kenaikan 0.95%, dan sektor pertambangan menguat 0.87%. Sementara indeks LQ45 yang mencatat pergerakan saham-saham blue-chip Indonesia, berakhir dengan kenaikan 4.194 poin atau 0.59% menjadi 715.700. Sebagian besar indeks-indeks bursa saham regional Asia berakhir positif pada hari Senin, dipicu oleh ekspektasi para pelaku pasar terhadap kebijakan stimulus dari AS dan China, setelah data-data ekonomi kedua negara tersebut yang dirilis dalam beberapa hari terakhir ini menunjukkan belum adanya pemulihan dan pertumbuhan ekonomi yang baik. Sebanyak 95 saham naik, 131 saham turun, dan sisanya 235 saham tidak berubah pada perdagangan Senin di Bursa Efek Indonesia, dimana 2.242 miliar lembar saham senilai Rp 3.404 triliun diperdagangkan di pasar reguler. Investor asing membukukan aksi beli bersih senilai Rp 278.304 miliar. Saham-saham yang mengkontribusi positif pada hari Senin diantaranya saham United Tractors (UNTR) naik 1,050 poin atau 5.43% ke Rp 20,400, Mayora Indah (MYOR) menguat 700 poin atau 3.15% menjadi Rp 22,900, Solusi Tunas Pratama (SUPR) bertambah 400 poin atau 9.30% dan ditutup di Rp 4,700, Unilever Indonesia (UNVR) mencetak 350 poin atau 1.25% di Rp 28,350, dan Indo Tambangraya Megah (ITMG) memperoleh 300 poin atau 0.78% di Rp 38,900. Sementara saham-saham yang mencatat penurunan terbanyak diantaranya saham Sarana Menara Nusantara (TOWR) turun 900 poin atau 3.80% ke Rp 22,800, H.M. Sampoerna (HMSP) jatuh 500 poin atau 0.95% ke Rp 52,000, Indomobil Sukses Internasional (IMAS) terpangkas 300 poin atau 5.08% menjadi Rp 5,600, Telekomunikasi Indonesia (TLKM) kehilangan 250 poin atau 2.59% di Rp 9,400, dan Multi Prima Sejahtera (LPIN) melemah 250 poin atau 3.38% menjadi Rp 7,150.
Sebagian besar saham-saham AS berakhir negatif pada perdagangan Senin (10/09), seiring dengan kehatian-hatian para investor menjelang keputusan tingkat suku bunga AS yang akan dirilis oleh bank sentral AS β the Fed. Indeks Dow Jones Industrial Average kehilangan 52.35 poin, atau 0.4% dan ditutup di 13,254.29, dengan saham Intel Corp. (INTC) turun 3.8% setelah Morgan Stanley memangkas perkiraan laba perusahaan pembuat chip komputer tersebut untuk kuartal ke-3. Indeks S&P 500 jatuh 8.84 poin, atau 0.6% ke 1,429.08, dengan sektor teknologi mengalami penurunan terbanyak di antara 10 kelompok industri S&P 500. Indeks Nasdaq Composite turun 32.40 poin, atau 1.03% ke 3,104.02. Saham Apple Inc. (AAPL), yang merupakan komponen terbesar Nasdaq, turun 2.6% ke USD 662.74. Kantor Anggaran Kongres AS memperkirakan jika Kongres AS gagal mencapai kesepakatan untuk mengurangi defisit sampai dengan bulan Januari 2013, maka resesi ekonomi kemungkinan dapat terjadi di AS.
IHSG kemungkinan akan mengalami penurunan hari ini, seiring dengan lemahnya pasar Asia hari ini, dipicu oleh kehati-hatian para pelaku pasar menjelang dirilisnya hasil rapat dewan gubernur bank sentral AS (the Fed). Indeks kami perkirakan akan diperdagangkan dalam rentang harga 4,115 β 4,187.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Technical Recommendations:ASII (7,400) β Buy on Weakness. R2: 7,700, R1: 7,500, S1: 7,200, S2: 7,100
ADRO (1,430) β Spec. Buy. R2: 1,570, R1: 1,500, S1: 1,400, S2: 1,340
EXCL (6,700) β Spec. Sell. R2: 7,200, R1: 7,000, S1: 6,400, S2: 6,150
UNTR (20,400) β Trading Buy. R2: 22,450, R1: 21,200, S1: 19,250, S2: 18,700
(ang/ang)