Jakarta - Indeks Harga Saham Gabungan kembali dilanda aksi profit taking pada perdagangan Selasa 18/09. Sejak dibuka pagi investor buru-buru melepas portofolionya dan indekspun langsung meluncur dan terus melemah hingga akhir perdagangan. Sepanjang hari indeks tidak mampu keluar dari zona merah, dan hingga penutupan terpangkas 31 poin (-0.74%) dan bertahan di level 4223. Indeks telah melemah dua hari berturut-turut setelah mencapai rekor tertingginya pada Jumat kemaren. Pelemahan tidak saja terjadi di bursa lokal, aksi jual juga merontokan mayoritas indeks regional sore kemaren. 167 saham hari kemaren ikut membawa indeks terhempas di zona merah, hanya 76 saham yang naik dan sisanya 87 saham stagnan. Nilai transaksi bursa melonjak hari kemaren mencapai 8.5 triliun karena salah satu pemegang saham EXCL melepas sebagian kepemilikannya dengan nilai transaksi mencapai 4.9 triliun di pasar negosiasi.
IHSG diperkirakan bergerak mixed cenderung menguat pada perdagangan hari ini di tengah pergerakan mixed bursa regional. Indeks mencoba bertahan di level 4211 sebagai level krusial. Bila dapat bertahan di atas level tersebut indeks masih ada peluang ke level 4300. Namun bila gagal dan tembus bawah bisa menuju level 4100. Dua sektor sudah memperlihatkan kondisi sinyal bearish seperti sektor infrastruktur dan konsumsi. Sektor komoditi masih dalam tekanan seiring penurunan harga minyak karena kekawatiran ekonomi AS yang melambat. Indikator MACD bergerak uptrend sementara pergerakan indikator Stochastic bergerak downtrend potensi keluar dari area overbought. Pergerakan indeks diperkirakan berkisar antara level 4200 hingga 4260.
(ang/ang)