First Asia Capital: Isu Perlambatan Ekonomi Dunia Kembali Muncul

First Asia Capital: Isu Perlambatan Ekonomi Dunia Kembali Muncul

First Asia Capital - detikFinance
Selasa, 25 Sep 2012 08:39 WIB
First Asia Capital: Isu Perlambatan Ekonomi Dunia Kembali Muncul
Jakarta - Tekanan jual mendominasi sepanjang perdagangan awal pekan ini. IHSG ditutup turun 43,707 poin (1,03%) di posisi 4200,914. Koreksi IHSG ini merupakan yang terbesar kedua di Asia setelah indeks komposit Vietnam (VN-Index) di pasar Asia kemarin. Tekanan jual terutama melanda saham-saham pertambangan. Ini diperburuk dengan tekanan jual yang dialami emiten Grup Bakrie terkait dengan penurunan tajam harga saham induk BUMI di London yakni Bumi Plc dalam beberapa sesi perdagangan terakhir.

Saham BUMI kemarin terkoreksi 19% dari Rp.840 ditutup turun ke Rp.680. Tekanan jual dipicu oleh berita Bumi Plc (pemegang saham Bumi Resources Tbk/BUMI ) tengah menurunkan tim investigasi independen terkait indikasi penyimpangan kinerja keuangan dan operasi BUMI di Indonesia. Bumi Plc saat ini memiliki 29% saham BUMI. Sementara saham sektoral yang diburu kemarin adalah sektor kontraktor karya, seperti ADHI, WIKA, dan PTPP. Dari pasar saham global, sejumlah indeks bursa utama dunia kemarin juga dilanda koreksi. Indeks DJIA dan S&P di Wall Street kemarin ditutup terkoreksi masing-masing 0,15% dan 0,22%.

Pelaku pasar kembali dikhawatirkan dengan isu perlambatan ekonomi global dan penyelesaian krisis utang zona Euro. Indeks sentimen bisnis Jerman September ini turun untuk lima bulan berturut-turut ke titik terendah sejak awal 2010. Pelaku pasar juga memandang ketidakpastian penyelesaian utang di Spanyol dan Yunani. Perkembangan pasar saham global yang kurang menggembirakan tersebut diperkirakan akan berimbas pada perdagangan hari ini. IHSG berpeluang melanjutkan koreksinya dengan support level di 4160 dan resisten di 4230.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

IHSG : S1 4180 S2 4160 R1 4230 R2 4260

Saham Pilihan
BMRI 7850 8050 BoW, SL 7750
ITMG 41900-42600 TB, SL 41800
MDLN 520-550 TB, SL 510
BSDE 1030-1100 Buy, SL 1020
WIKA 1230-1280 TB, SL 1200
PTPP 680-730 TB, SL 670
CTRS 1720-1790 SoS

(ang/ang)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads