Jakarta - IHSG berakhir dengan penurunan tajam pada penutupan perdagangan Senin (24/09). Indeks jatuh 43.707 poin atau 1.03% ke 4,200.914, dengan delapan dari 9 sektor utama turun. Sektor pertambangan jatuh 3.56%, sektor barang konsumen turun 2.03%, dan sektor perdagangan dan jasa kehilangan 1.37%. Sementara indeks LQ45 berakhir turun 9.921 poin atau 1.36% ke 720.450. Pergerakan negatif IHSG terjadi seiring jatuhnya indeks-indeks bursa regional Asia pada hari Senin, dipicu oleh sentimen negatif terhadap prospek ekonomi global saat ini. Lembaga pemeringkat Standard & Poorβs pada hari Senin memangkas perkiraan pertumbuhan ekonomi Asia untuk tahun 2012 ini, dengan mengacu pada perlambatan pertumbuhan ekonomi China, krisis utang di Eropa yang berkelanjutan, dan lemahnya pemulihan ekonomi AS. Saham-saham berbasis komoditi memberatkan pasar Asia hari Senin, termasuk pada IHSG, dimana sektor pertambangan jatuh paling banyak. Kekhawatiran terhadap melambatnya ekonomi China memicu spekulasi bahwa tingkat permintaan untuk komoditas seperti minyak dan logam akan menurun secara global. Sebanyak 161 saham turun, 78 saham naik, dan sisanya 223 saham stagnan pada perdagangan Senin di Bursa Efek Indonesia, dimana 5.109 miliar lembar saham senilai Rp 3.543 triliun berpindah tangan di pasar reguler. Investor asing membukukan aksi beli bersih dengan nilai total Rp 236.50 miliar. Saham-saham yang mengkontribusi positif pada IHSG di hari Senin antara lain saham ICTSI Jasa Prima (KARW) naik 410 poin atau 22.91% ke Rp 2,200, Tower Bersama Infrastructure (TBIG) menguat 325 poin atau 7.98% menjadi Rp 4,400, Inovisi Infracom (INVS) bertambah 250 poin atau 4.00% di Rp 6,500, Indo Tambangraya Megah (ITMG) mencetak 200 poin atau 0.48% di Rp 42,200, dan Indo Kordsa (BRAM) memperoleh 200 poin atau 8.70% di Rp 2,500. Sementara saham-saham yang mengalami penurunan terbanyak diantaranya saham Merck (MERK) turun 3,000 poin atau 1.97% ke Rp 149,000, United Tractors (UNTR) jatuh 1,000 poin atau 4.47% ke Rp 21,350, Unilever Indonesia (UNVR) kehilangan 900 poin atau 3.38% di Rp 25,750, Gudang Garam (GGRM) terpangkas 650 poin atau 1.38% di Rp 46,600, dan Surya Toto Indonesia (TOTO) melemah 600 poin atau 8.05% menjadi Rp 6,850.
Saham-saham AS berakhir melemah pada hari Senin (24/09), dengan indeks S&P 500 membukukan penurunan 3 hari berturut-turut, setelah para pemimpin Eropa gagal mencapai kesepakatan dalam upaya mengatasi krisis utang yang berkepanjangan di zona tersebut. Indeks Dow Jones Industrial Average berakhir turun 20.55 poin, atau 0.2% ke 13,558.92, dengan 18 dari 30 komponen Dow ditutup di zona negatif. Indeks S&P 500 kehilangan 3.26 poin, atau 0.2%, dan ditutup di 1,456.89, dengan sektor teknologi mengalami penurunan terbanyak. Sementara indeks Nasdaq Composite berakhir dengan penurunan 19.18 poin, atau 1.6%, menjadi 3,160.78. Saham Apple Inc. (AAPL), yang merupakan komponen terbesar dalam indeks Nasdaq Composite, jatuh 1.3% setelah perusahaan pembuat komputer Apple tersebut melaporkan penjualan produk barunya iPhone 5 hanya mencapai 5 juta unit di akhir pekan yang baru lalu, lebih rendah dari perkiraan para analis. Indeks-indeks bursa saham global jatuh setelah kanselir Jerman Angela Merkel, dan presiden Perancis Francois Hollande gagal mencapai kesepakatan mengenai waktu dimulainya rencana pengawasan bersama negara-negara Uni Eropa terhadap sistem perbankan di kawasan tersebut.
IHSG kemungkinan akan diperdagangkan dengan bias negatif hari ini, seiring dengan ketidakpastian langkah Uni Eropa selanjutnya dalam mengatasi krisis utang di zona tersebut, dan belum adanya data ekonomi penggerak pasar yang cukup signifikan hari ini. Indeks kami perkirakan akan diperdagangkan dengan support di 4,180 dan resistance di 4,230.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Technical Recommendations:ASRI (490) β Spec. Buy. R2: 530, R1: 510, S1: 470, S2: 450
BWPT (1,540) β Spec. Sell. R2: 1,650, R1: 1,580, S1: 1,460, S2: 1,400
ANTM (1,330) β SELL. R2: 1,430, R1: 1,370, S1: 1,270, S2: 1,210
LSIP (2,425) β Spec. Sell. R2: 2,575, R1: 2,500, S1: 2,350, S2: 2,275
(ang/ang)