Jakarta - Sebagian besar saham-saham Indonesia ditutup positif pada hari Jumat (05/10), mengakhiri perdagangan pekan ini dengan kenaikan mingguan. IHSG ditutup naik 39.853 poin atau 0.93% dan mencetak level penutupan tertinggi baru di 4,311.314 pada hari Jumat, serta membukukan kenaikan mingguan 1.14%. Kenaikan IHSG didukung oleh menguatnya tujuh dari 9 sektor utama, dipimpin oleh sektor aneka industri yang naik 4.89%, diikuti sektor infrastruktur menguat 1.35%, dan sektor pertambangan naik 1.20%. Saham-saham blue-chip juga sebagian besar berakhir di zona positif, dengan indeks LQ45 ditutup naik 8.465 poin atau 1.15% ke 744.835. Indeks-indeks bursa regional Asia menguat pada hari Jumat menjelang dirilisnya data ketenagakerjaan AS hari Jumat malam yang diantisipasi akan menunjukkan perbaikan pasar tenaga kerja AS. Namun kenaikan indeks-indeks bursa Asia terbatas oleh kebijakan bank sentral Jepang – BOJ, yang memilih untuk tidak melakukan pelonggaran moneter pada hasil rapatnya kali ini. Sebanyak 148 saham menguat, 90 saham melemah, dan sisanya 225 saham stagnan pada perdagangan Jumat di Bursa Efek Indonesia, dimana 2.888 miliar lembar saham senilai Rp 4.376 triliun diperdagangkan di pasar reguler. Investor asing membukukan aksi beli bersih senilai Rp 641.307 miliar. Saham-saham yang membukukan kenaikan terbanyak pada hari Jumat antara lain saham Sarana Menara Nusantara (TOWR) naik 2,900 poin, atau 16.96%, di Rp 20,000, Mayora Indah (MYOR) menguat 650 poin atau 2.97% di Rp 22,500, Nipress (NIPS) mencetak 550 poin atau 12.64% di Rp 4,900, Astra International (ASII) memperoleh 450 poin atau 5.81% di Rp 8,200, dan United Tractors (UNTR) bertambah 450 poin atau 2.24% di Rp 20,550. Sementara saham-saham yang mencetak penurunan terbanyak diantaranya saham Fast Food Indonesia (FAST) jatuh 250 poin atau 1.79% ke Rp 13,750, Holcim Indonesia (SMCB) turun 100 poin atau 3.17% ke Rp 3,050, Asahimas Flat Glass (AMFG) melemah 100 poin atau 1.39% di Rp 7,100, Fajar Surya Wisesa (FASW) kehilangan 100 poin atau 4.00% di Rp 2,400, dan ICTSI Jasa Prima (KARW) terpangkas 100 poin atau 6.71% di Rp 1,390.
Saham-saham AS ditutup beragam pada perdagangan Jumat (05/10), didukung oleh euforia pasar setelah dirilisnya data ketenagakerjaan AS yang membaik, namun terbatasi oleh kehati-hatian para pelaku pasar menjelang musim laporan keuangan kuartal ke-3 pekan depan. Indeks Dow Jones Industrial Average, yang mencatat pergerakan 30 saham-saham blue-chip AS, berakhir dengan kenaikan moderat 34.79 poin, atau 0.3%, menjadi 13,610.15. Sementara indeks S&P 500 ditutup dengan penurunan tipis 0.47 poin di 1.460.93. Indeks saham-saham AS berbasis teknologi, Nasdaq Composite, berakhir dengan penurunan 13.27 poin, atau 0.4%, di 3,136.19. Data penambahan jumlah tenaga kerja di sektor non-pertanian AS, Non-farm Payroll, yang dirilis pada hari Jumat (05/10) menunjukkan ekonomi AS menyerap 114,000 pekerja sektor non-pertanian pada bulan September, sementara tingkat pengangguran di negara tersebut turun menjadi 7.8% di bulan September, dari sebelumnya 8.1% di bulan Agustus. Data-data tersebut memicu reli di Wall Street pada hari Jumat, namun kemudian mereda pada akhir sesi perdagangan, seiring kehati-hatian investor menjelang musim laporan keuangan kuartal ke-3 tahun ini yang akan mulai dirilis emiten-emiten AS pekan depan.
Setelah naik lebih dari 1% pekan lalu, IHSG kami perkirakan masih akan melanjutkan kenaikan secara moderat pada perdagangan hari ini, seiring dengan momentum bullish dari data-data ketenagakerjaan AS yang positif terhadap pasar ekuitas Asia hari ini. Indeks kami perkirakan akan diperdagangkan pada rentang harga 4,268 – 4,342 hari ini.
Technical Recommendations:
TRAM (810) – BUY. R2: 860, R1: 840, S1: 780, S2: 760
GGRM (49,950) – Spec. Buy. R2: 53,250, R1: 52,150, S1: 48,500, S2: 46,000
LPKR (990) – Spec. Buy. R2: 1,040, R1: 1,010, S1: 950, S2: 930
PGAS (4,250) – Spec. Buy. R2: 4,400, R1: 4,325, S1: 4,150, S2: 4,075
(ang/ang)