First Asia Capital: Risiko Pasar Global Meningkat

First Asia Capital: Risiko Pasar Global Meningkat

- detikFinance
Kamis, 08 Nov 2012 08:46 WIB
First Asia Capital: Risiko Pasar Global Meningkat
Jakarta - Perdagangan saham kemarin berlangsung lebih bergairah dari hari sebelumnya, menyusul respon positif pasar atas hasil pemilihan presiden AS yang kembali memenangkan Obama. IHSG berhasil ditutup di level resisten di 4350,424 menguat 36,159 poin. Penguatan terutama ditopang aksi beli sejumlah saham yang bergerak di sektor perbankan, infrastruktur dan pendukungnya, serta tambang batubara. Namun asing masih melakukan penjualan bersih hingga Rp.682,82 miliar.

Penguatan harga sejumlah saham unggulan kemarin terutama dipicu pembelian balik investor (short-covering) menyusul koreksi yang terjadi dalam beberapa sesi perdagangan terakhir. Hari ini sidang Dewan Gubernur BI diperkirakan akan kembali menetapkan BI rate di level 5,75%. Sementara sejumlah indeks saham utama di zona Euro dan di Wall Street tadi malam mengalami koreksi signifikan pasca terpilihnya kembali Obama sebagai presiden AS. Indeks DJIA dan S&P di Wall Street masing-masing terkoreksi 2,36% dan 2,37% ditutup di 12932,95 dan 1394,53, posisi terendah sejak awal Agustus. Tekanan jual terutama dipicu kekhawatiran pasar terhadap resiko perekonomian AS ke depan menyusul ancaman krisis fiskal (fiscal cliff) yang dihadapi negara adidaya tersebut. Koreksi terutama terjadi pada saham sektoral yang terkena dampak negatif dari kebijakan Obama dalam empat tahun ke depan, seperti sektor energi, perbankan, dan industri militer. Pasar juga mengkhawatirkan resesi ekonomi di zona Euro yang semakin memburuk.

Meningkatnya kembali resiko pasar global akan berdampak negatif bagi perdagangan hari ini. IHSG diperkirakan akan cenderung bergerak di teritori negatif dengan support di 4270 dan resisten di 4370.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

IHSG: S1 4300 S2 4270 R1 4370 R2 4390

Β 

Saham Pilihan

ADRO 1380-1440 SoS, SL 1360

ASII 7550-7900 BoW, SL 7450

RALS 1170-1240 SoS, SL 1150

BSDE 1260-1320 Buy, SL 1250

IMAS 5200-5500 BoW, SL 5150

PGAS 4700-4850 Sell, SL 4600

BBNI 3725-3825 SoS, SL 3675



HRUM 5350-5550 SoS, SL 5250

(ang/ang)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads