IHSG pada perdagangan kemarin (8/11) turun -22.55 poin (-0.51%) di level 4.327,868. Hal ini terjadi akibat pelemahan pada bursa global dan regional.Saham-saham ASII, MNCN,PGAS menjadi leading mover.Sejumlah 72 saham naik, 167 saham turun dan 228 Saham tidak bergerak. Volume transaksi melibatkan 4,014 miliar saham senilai Rp 5,379 triliun.Secara sektoral, semua sektor memerah. Tiga sektor dengan penurunan terbesar yakni sektor pertambangan yang turun -1,27%, sektor perdagangan yang turun -1,08%, dan sektor infrastruktur yang turun -0,94%.Kurs rupiah terhadap dolar AS di pasar spot valas antar bank Jakarta,ditutup stagnan pada level 9.625/9.635.
Hari ini (9/11) kami memperkirakan IHSG masih datar dengan kecenderungan melemah, akibat minimnya sentimen positif. Langkah BI yang mempertahankan BI Rate 5.75% memang sejalan dengan dinamika perekonomian dan sejumlah kebijakan yang ditempuh selama ini, akan tetapi belum cukup mampu untuk meningkatkan optimisme pelaku pasar modal di Indonesia. Kami merekomendasikan Investor pada posisi kas dan melepas saham-saham yang sudah mendekati target harganya, dan juga BUY saham-saham dengan valuasi yang menarik seperti ERAA, PGAS, IMAS, ITMG, KIJA, TOTL, ADHI, SSIA, GGRM, ACES, BMRI, BBNI, dan BBCA.
(ang/ang)











































