Royal Trust Capital: IHSG Datar Melanjutkan Pelemahan

Royal Trust Capital: IHSG Datar Melanjutkan Pelemahan

Royal Trust Capital - detikFinance
Jumat, 09 Nov 2012 09:49 WIB
Jakarta - Bursa di Wall Street melanjutkan koreksinya. Meski perdagangan awal perdagangan tadi malam sempat naik, Dow Jones Industrial Average (DJIA) terus tertekan oleh aksi jual investor sehingga ditutup turun -121.41 poin (-0.94%) ke level 12,811.32, begitu juga indeks Standard & Poor's 500 (S&P500) mengalami penurunan dua hari terbesar (-3.59%) dalam satu tahun ini ke level 1,377.51 turun -17.02 poin (1.22%) sedangkan dari pasar Asia Dari Indeks MSCI Asia PAsific turun -0.6% menjadi -121.07 waktu tokyo.Sebagian besar investor pesimis terhadap langkah dari obama terkait "Fiscal Cliff" dengan pengurangan pajaknya yang diperkirakan akan mengerem pertumbuhan ekonomi Amerika 2013. Bailout Yunani yang kemungkinan akan tertunda sampai akhir November, menunggu ke patuhan negara tersebut dengan persyaratan bailout, serta pengumuman Bank Sentral Eropa yang mempertahankan kebijakan bunga rendahnya di level 0.75% yang sesuai dengan perkiraan analis. Dari energi marke t, harga minyak dunia turun -0.5% ke level US$84.4/barel pada perdagangan di New York. Harga-harga komoditi utama lainnya secara umum mengalami penurunan.

IHSG pada perdagangan kemarin (8/11) turun -22.55 poin (-0.51%) di level 4.327,868. Hal ini terjadi akibat pelemahan pada bursa global dan regional.Saham-saham ASII, MNCN,PGAS menjadi leading mover.Sejumlah 72 saham naik, 167 saham turun dan 228 Saham tidak bergerak. Volume transaksi melibatkan 4,014 miliar saham senilai Rp 5,379 triliun.Secara sektoral, semua sektor memerah. Tiga sektor dengan penurunan terbesar yakni sektor pertambangan yang turun -1,27%, sektor perdagangan yang turun -1,08%, dan sektor infrastruktur yang turun -0,94%.Kurs rupiah terhadap dolar AS di pasar spot valas antar bank Jakarta,ditutup stagnan pada level 9.625/9.635.
Hari ini (9/11) kami memperkirakan IHSG masih datar dengan kecenderungan melemah, akibat minimnya sentimen positif. Langkah BI yang mempertahankan BI Rate 5.75% memang sejalan dengan dinamika perekonomian dan sejumlah kebijakan yang ditempuh selama ini, akan tetapi belum cukup mampu untuk meningkatkan optimisme pelaku pasar modal di Indonesia. Kami merekomendasikan Investor pada posisi kas dan melepas saham-saham yang sudah mendekati target harganya, dan juga BUY saham-saham dengan valuasi yang menarik seperti ERAA, PGAS, IMAS, ITMG, KIJA, TOTL, ADHI, SSIA, GGRM, ACES, BMRI, BBNI, dan BBCA.

(ang/ang)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads