Jakarta - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berakhir di zona negatif pada perdagangan Senin (19/11), di tengah penutupan positif pada bursa-bursa regional Asia. IHSG ditutup di 4,313.439, turun harian 37.845 poin atau 0.87%. Enam dari 9 sektor utama ikut memicu turunnya IHSG pada hari Senin, dengan sektor finansial jatuh 1.92%, sektor infrastruktur turun 1.46%, dan sektor barang konsumen kehilangan 1.24%. Indeks LQ45, yang mencatat pergerakan saham-saham blue-chip Indonesia, terpangkas 8.631 poin atau 1.15% menjadi 739.647, dengan 31 dari 45 komponennya berakhir di zona negatif. Turunnya IHSG pada hari Senin dipicu oleh aksi profit taking, terutama pada saham-saham blue-chip. Sementara itu, sebagian besar indeks-indeks bursa regional Asia menguat pada perdagangan Senin, dipicu oleh optimisme pasar bahwa pemilu di Jepang yang akan diadakan bulan Desember nanti, akan menghasilkan kemenangan bagi pemimpin partai oposisi Shinzo Abe sebagai perdana menteri Jepang selanjutnya, kandidat yang diperkirakan akan sangat akomodatif terhadap kebijakan pelonggaran moneter di Jepang. Kenaikan saham-saham Asia pada hari Senin juga didukung oleh saham-saham di sektor energi, seiring dengan menguatnya harga minyak mendekati USD 88 per barel. Sebanyak 147 saham turun, 86 saham naik, dan sisanya 236 saham stagnan pada perdagangan Senin di Bursa Efek Indonesia, dimana 3.529 miliar lembar saham senilai Rp 4.134 triliun berpindah tangan di pasar reguler. Investor asing membukukan aksi jual bersih senilai Rp 203.72 miliar. Saham-saham yang mengalami kenaikan terbanyak pada perdagangan Senin antara lain Indo Tambangraya Megah (ITMG) naik 2,000 poin atau 5.13% ke Rp 40,950, Bayan Resources (BYAN) bertambah 350 poin atau 3.30% di Rp 10,950, Sona Topas Tourism Industry (SONA) menguat 150 poin atau 5.17% menjadi Rp 3,050, Inovisi Infracom (INVS) mencetak 150 poin atau 2.36% di Rp 6,500, dan Media Nusantara Citra (MNCN) memperoleh 150 poin atau 6.38% di Rp 2,500. Sementara saham-saham yang mengalami penurunan terbanyak di antaranya Mayora Indah (MYOR) jatuh 750 poin atau 3.76% ke Rp 19,200, Tambang Batubara Bukit Asam (PTBA) turun 600 poin atau 3.70% ke Rp 15,600, Indocement Tunggal Prakarsa (INTP) melemah 500 poin atau 2.17% menjadi Rp 22,500, Unilever Indonesia (UNVR) kehilangan 500 poin atau 1.91% di Rp 25,650, dan Bank Central Asia (BBCA) terpangkas 450 poin atau 4.97% di Rp 8,600.
Saham-saham AS mengalami reli pada perdagangan Senin (19/11), setelah dirilisnya data penjualan perumahan AS yang naik dan optimisme pasar mengenai kesepakatan anggaran belanja negara AS. Indeks Dow Jones Industrial Average naik tajam 207.65 poin, atau 1.7%, dan ditutup di 12,795.96, dengan seluruh 30 komponennya menguat, dipimpin oleh saham Cisco Systems Inc. (CSCO) yang naik 1.7%. Indeks S&P 500 menguat 27.01 poin, atau 2%, menjadi 1,386.89 dengan sektor barang konsumen naik paling banyak di antara 10 kelompok industri S&P 500. Indeks Nasdaq Composite naik 62.94 poin, atau 2.2%, dan ditutup di 2,916.07. Presiden Barack Obama pada hari Minggu (18/11) menyatakan keyakinan bahwa situasi fiskal AS akan dapat diselesaikan dengan kesepakatan antara partai Republik dan Demokrat. Sementara itu, data penjualan rumah AS (Existing Home Sales) yang dirilis pada hari Senin (19/11) menunjukkan kenaikan sebesar 2.1% menjadi 4.79 juta unit di bulan Oktober.
Harapan bahwa kesepakatan mengenai anggaran belanja negara AS memberikan momentum positif pada pasar regional Asia pagi ini. IHSG berpotensi menguat hari ini, dan kemungkinan akan diperdagangkan dengan support di 4,270 dan resistance di 4,366.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Technical Recommendations:
BMTR (2,275) – Buy. R2: 2,350, R1: 2,300, S1: 2,200, S2: 2,150
BBRI (7,200) – Buy. R2: 7,350 R1: 7,250, S1: 7,150, S2: 7,050.
IMAS (230) – Sell On Strength. R2: 5,450, R1: 5,400, S1: 5,250 S2: 5,150.
BEST (720) – Buy. R2: 750, R1: 730, S1: 700, S2: 680.
(ang/ang)