Jakarta -
Meskipun sentimen yang ada tidak terlalu negatif, apalagi dengan penguatan bursa saham AS dan Eropa sebelumnya, laju IHSG justru terjerembab di akhir pekan. Laju bursa saham Asia yang sejak awal hingga penutupan perdagangan menghijau karena sentimen dari AS dan persetujuan stimulus Jepang pun juga tidak mampu mengangkat IHSG. Pelaku pasar, khususnya domestik, lebih memilih untuk melakukan aksi jual karena pengaruh psikologis dari masih adanya nett sell asing sebelumnya sehingga muncul anggapan jika masih ada nett sell asing maka IHSG akan terperosok lebih dalam. Sepanjang perdagangan, IHSG menyentuh level 4.321,98 (level tertingginya) di awal sesi 1 dan menyentuh level 4.255,27 (level terendahnya) di awal sesi 2 dan akhirnya berhasil bertengger di level 4.276,14. Volume perdagangan dan nilai total transaksi tercatat naik, yang juga dipicu transaksi negosiasi saham BEST dengan nilai Rp1,21 trliun. Investor asing mencatatkan nett buy dengan kenaikan nilai transaksi beli dan nilai transaksi jual. Investor domestik mencatatkan nett sell.
Pada perdagangan Senin (3/12) diperkirakan IHSG akan berada pada support 4.250-4.263 dan resistance 4.296-4.315. Berpola spinning dan menyentuh lower bollinger bands. MACD masih bergerak turun dengan histogram negatif yang memanjang. RSI, William's %R, dan Stochastic bergerak menuju area oversold. Dengan pelemahan yang terjadi, menggagalkan IHSG untuk menutup gap atas namun, dengan terbentuknya spinning diharapkan ada peluang untuk mengalami rebound meski sifatnya masih terbatas. Cermati rilis data inflasi yang kemungkinan sedikit lebih tinggi dari bulan lalu dan data-data manufaktur Asia.
(ang/ang)