Jakarta - Harapan kami akan terbentuknya pola mix-tend-to-limited high memang belum terjadi karena posisi IHSG yang labil dan melemah karena tidak didukung oleh sentimen yang ada. Harapan kami dengan hadirnya emiten baru Wismilak (WIIM) untuk membuat laju IHSG bisa bertahan di zona positif pun juga tidak terealisasi. Justru hingga kini, IHSG malah memperlihatkan kecenderungan sideways setelah gap di level 4.323-4.333 tertutup dan terlihat kurang bersemangat untuk menciptakan window dressing. Masih adanya aksi profit taking karena kekhawatiran tidak adanya window dressing membuat IHSG tertahan peluang kenaikannya. Sepanjang perdagangan, IHSG menyentuh level 4.329,02 (level tertingginya) di awal sesi 1 dan menyentuh level 4.273,85 (level terendahnya) jelang akhir sesi 2 dan akhirnya berhasil bertengger di level 4.301,44. Volume perdagangan dan nilai total transaksi tercatat naik. Investor asing mencatatkan nett buy dengan penurunan nilai transaksi beli dan nilai transaksi jual. Investor domestik mencatatkan nett sell.
Pada perdagangan Rabu (19/12) diperkirakan IHSG akan berada pada support 4.265-4.285 dan resistance 4.321-4.344. Berpola hammer dan masih berada di middle bollinger bands. MACD bergerak tipis dengan histogram positif yang mendatar. RSI, William's %R, dan Stochastic kembali melemah meski masih terbatas menuju area oversold. Dengan terbentuknya hammer tersebut seharusnya dapat menjadi peluang untuk upreversal namun, itupun dengan asumsi terjaganya sentimen yang ada. Kembali hadirnya emiten baru Waskita Karya diharapkan dapat menahan pelemahan yang ada.
(ang/ang)