Β· BRMS Masih Mencari Pendanaan Kembangkan Aset.
Β· Cari Dana Akuisisi, MYOH Gelar Rights Issue Rp 610 Miliar.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Aksi jual masih mendominasi transaksi saham kemarin, membuat IHSG ditutup semakin menjauh dari level 4300. Sempat anjlok 53 poin namun IHSG akhirnya ditutup melemah 21,043 poin di 4254,816. Saham sektoral yang menjadi motor penurunan indeks adalah ASII, UNVR, dan GGRM. Sedangkan saham semen, telekomunikasi, dan perbankan menjadi penopang indeks sehingga tidak jatuh lebih dalam.
Koreksi IHSG kemarin seiring dengan pelemahan nilai tukar rupiah atas dolar AS yang sempat menembus level Rp.9700. Pelemahan nilai tukar rupiah/dolar AS memicu meningkatnya resiko pasar dan menggerus nilai aset dalam rupiah. Sementara itu pasar saham AS tadi malam ditutup di teritori positif menyusul respon positif pasar atas pernyataan optimisme John Boehner, Ketua DPR AS, terkait penyelesaian pembahasan fiskal dengan Gedung Putih. Sejumlah data ekonomi AS yang keluar tadi malam turut mendorong penguatan pasar saham AS. Indeks DJIA dan S&P di Wall Street ditutup menguat masing-masing 0,45% dan 0,55% di 13311,72 dan 1443,69. Angka final pertumbuhan ekonomi AS 3Q12 direvisi ke atas menjadi 3,1% dari rilis bulan lalu 2,7%. Sedangkan angka penjualan rumah di AS (existing home) November naik 5,9% mencapai 5,04 juta unit diatas estimasi pasar sebanyak 4,88 juta unit.
Pada perdagangan akhir pekan ini, pergerakan IHSG diperkirakan akan bervariasi. IHSG berpeluang mengalami technical rebound setelah terkoreksi dalam tiga sesi perdagangan terakhir. IHSG akan bergerak dengan support di 4210 dan resisten di 4275.
IHSG : S1 4210 S2 4180 R1 4275 R2 4300
Saham Pilihan
TLKM 8900-9150 TB, SL 8800
MDLN 610-650 TB, SL 580
ANTM 1240-1280 BoW, SL 1210
ASII 7550-7700 TB, SL 7400
MEDC 1550-1600 TB, SL 1540
BRMS 235-260 TB, SL 225
PGAS 4400-4625 BoW, SL 4375
(dru/dru)











































