Phillip Securities: Regional Tetap Positif, IHSG Berpotensi Menguat Terbatas

Phillip Securities: Regional Tetap Positif, IHSG Berpotensi Menguat Terbatas

- detikFinance
Jumat, 28 Des 2012 09:36 WIB
Phillip Securities: Regional Tetap Positif, IHSG Berpotensi Menguat Terbatas
Jakarta - Sebagian besar saham-saham Indonesia menguat pada perdagangan Kamis (27/12), seiring dengan kenaikan indeks-indeks bursa regional yang dipicu oleh harapan stimulus yang lebih agresif di Jepang. IHSG berakhir dengan kenaikan moderat 6.767 poin, atau 0.16%, menjadi 4,281.861. Lima dari 9 sektor utama menguat, antara lain sektor agrikultur naik 2.85%, sektor aneka industri bertambah 1.83%, dan sektor infrastruktur menguat 0.72%. Sementara indeks LQ45 naik hanya 0.413 poin, atau 0.06%, dan ditutup di 730.008. Indeks-indeks bursa saham regional Asia rata-rata mengalami kenaikan pada perdagangan Kamis, dipengaruhi oleh harapan para pelaku pasar bahwa bank sentral Jepang akan lebih agresif dalam mengambil kebijakan stimulus untuk menekan nilai tukar Yen dan mengangkat perekonomian Jepang. Namun kenaikan indeks-indeks saham Asia tetap dibatasi oleh kekhawatiran mengenai potensi terjadinya “fiscal cliff” di AS, yang merupakan kenaikan pajak dan penurunan anggaran senilai lebih dari USD 600 miliar di akhir tahun ini, apabila kongres AS gagal mencapai kesepakatan untuk menghemat anggaran negara dan menaikkan pajak rakyat. Sebanyak 118 saham naik, 117 saham turun, dan sisanya 236 saham stagnan pada perdagangan Kamis di Bursa Efek Indonesia, dimana 2.513 miliar lembar saham senilai Rp 2.829 triliun berpindah tangan di pasar reguler. Investor asing membukukan aksi beli bersih senilai Rp 105.055 miliar. Saham-saham dengan performa terbaik pada perdagangan Kamis antara lain Sarana Menara Nusantara (TOWR) naik 3,500 poin atau 16.91% ke Rp 24,200, Mandom Indonesia (TCID) menguat 950 poin atau 9.45% di Rp 11,000, Astra Agro Lestari (AALI) bertambah 700 poin atau 3.80% di Rp 19,100, H.M. Sampoerna (HMSP) memperoleh 500 poin atau 0.85% di Rp 59,000, dan Chandra Asri Petrochemical (TPIA) mencetak 500 poin atau 16.67% dan ditutup di Rp 3,500. Sementara saham-saham yang tercatat turun paling banyak di antaranya Gudang Garam (GGRM) jatuh 1,100 poin atau 1.93% ke Rp 56,000, Adira Dinamika Multi Finance (ADMF) turun 500 poin atau 4.76% ke Rp 10,000, Sorini Agro Asia Corporindo (SOBI) melemah 220 poin atau 21.36% di Rp 810, Indocement Tunggal Prakarsa (INTP) kehilangan 200 poin atau 0.88% di Rp 22,650, dan Bank Mandiri (Persero) (BMRI) terpangkas 200 poin atau 2.50% di Rp 7,800.

Saham-saham AS melemah pada perdagangan Kamis (27/12), setelah sempat turun cukup tajam dan kembali naik dipicu oleh laporan bahwa kongres AS akan melanjutkan perundingan anggaran sebelum akhir tahun ini. Indeks Dow Jones Industrial Average berakhir dengan penurunan 18.28 poin, atau 0.1%, menjadi 13,096.31. Indeks S&P 500 berkurang 1.74 poin, atau 0.1%, dan ditutup di 1,418.09, dengan sektor utilitas mengalami penurunan terbanyak di antara 10 kelompok industri S&P 500. Sementara indeks Nasdaq Composite melemah 4.25 poin, atau 0.1%, menjadi 2,985.90.

IHSG kemungkinan akan menguat terbatas hari ini, dipicu oleh sentimen positif regional Asia yang terjadi dengan semakin lemahnya nilai tukar Yen. Indeks kami perkirakan akan diperdagangkan dengan rentang harga 4,253 – 4,304 hari ini.

(ang/ang)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads