IHSG pada perdagangan kemarin (21/01) akhirnya ditutup dalam kondisi melemah setelah
mengalami aksi profit taking yang dilakukan investor setelah IHSG mencetak rekor
penutupan dan intraday tertinggi sepanjang masa akhir pekan lalu. Sementara bursa
regional Asia terjebak dalam tren mixed dimana investor mencermati pertemuan dua hari
bank sentral Jepang (BOJ) dan menantikan adanya program stimulus yang akan dikeluarkan
bank sentral tersebut. Pelemahan IHSG kali ini dimotori oleh pelemahan sektor Infrastruktur,
Properti dan Keuangan sebesar 1,25%, 1,15% dan 1,03%, sementara penguatan sektor
Konsumer sebesar 1,33% terlihat berusaha membatasi pelemahan IHSG. Pelemahan IHSG
juga dibarengi aksi net selling investor asing sebesar Rp 102,01 miliar kemarin.
Β
Market Outlook
Bursa global pada perdagangan semalam ditandai oleh liburnya perdagangan di bursa
AS menyambut hari libur nasional Martin Luther King, sementara bursa eropa pada
perdagangan semalam terlihat berakhir dalam teritori positif. Penutupan positif bursa
eropa pada perdagangan semalam dipengaruhi oleh persetujuan internal Partai
Republik AS untuk memperpanjang kenaikan plafon utang AS hingga tiga bulan
kedepan. Minimnya data ekonomi krusial zona eropa yang dirilis semalam membuat
investor di eropa pada akhirnya memanfaatkan sentimen eksternal dari AS untuk
menggerakkan pasar saham. Minimnya katalis baru yang mengangkat pergerakan
bursa global, meski bursa eropa ditutup dalam kondisi positif serta liburnya bursa AS
pada perdagangan semalam kami perkirakan akan membuat bursa Asia berada dalam
tren mixed pada perdagangan hari ini. IHSG sendiri kami perkirakan masih berpeluang
terjebak dalam tren konsolidasi pada perdagangan hari ini dipengaruhi oleh minimnya
katalis baru yang beredar di pasar hari ini. IHSG hari ini kami perkirakan akan bergerak
pada kisaran level support 4.411 - 4.421 dan level resistance 4.456 - 4.465.











































