Phillip Securities: Indeks Berpeluang Rebound Setelah Terkoreksi

Phillip Securities: Indeks Berpeluang Rebound Setelah Terkoreksi

Phillip Securities Indonesia - detikFinance
Rabu, 23 Jan 2013 08:48 WIB
Phillip Securities: Indeks Berpeluang Rebound Setelah Terkoreksi
Jakarta - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berakhir di zona negatif pada perdagangan Selasa (22/01), seiring dengan hilangnya momentum positif di pasar ekuitas regional Asia setelah pengumuman kebijakan moneter oleh bank sentral Jepang. Indeks acuan saham-saham Indonesia tersebut ditutup di 4,416.548, turun 23.426 poin, atau 0.53%. Turunnya IHSG dipengaruhi oleh melemahnya saham-saham di enam dari 9 sektor utama, di antaranya sektor pertambangan yang jatuh 1.84%, sektor finansial turun 1.14%, dan sektor agrikultur kehilangan 0.96%. Sebagian besar saham-saham blue-chip Indonesia juga melemah, dengan indeks LQ45 terpangkas 4.740 poin, atau 0.62%, di 755.260. Indeks-indeks bursa regional Asia rata-rata berakhir di zona negatif pada perdagangan Selasa, setelah sebelumnya pasar sempat antusias mengenai hasil keputusan rapat dewan gubernur bank sentral Jepang (BOJ), yang akan melanjutkan program stimulus dalam bentuk pembelian aset. BOJ pada hari Selasa mengumumkan akan menerapkan kebijakan moneter yang longgar tanpa batas waktu, dan target inflasi Jepang sebesar 2%, sesuai dengan ekspektasi pasar. Sebanyak 151 saham turun, 105 saham naik, dan sisanya 213 saham stagnan pada perdagangan Selasa di Bursa Efek Indonesia, dimana 3.74 miliar lembar saham senilai Rp 3.962 triliun diperdagangkan di pasar reguler. Investor asing membukukan aksi jual bersih senilai Rp 58.83 miliar. Saham-saham yang mengkontribusi negatif pada IHSG di hari Selasa antara lain Nusantara Inti Corpora (UNIT) jatuh 50 poin atau 14.29% ke Rp 300, Sampoerna Agro (SGRO) turun 175 poin atau 7.00% ke Rp 2,325, Ace Hardware Indonesia (ACES) kehilangan 60 poin atau 6.98% di Rp 800, Petrosea (PTRO) terpangkas 120 poin atau 6.06% di Rp 1,860, dan Jaya Konstruksi Manggala Pratama (JKON) melemah 90 poin atau 6.04% di Rp 1,400. Sementara saham-saham yang menahan turunnya IHSG lebih lanjut dengan mengkontribusi positif di antaranya Multipolar (MLPL) naik 40 poin atau 15.39% ke Rp 300, Bank Ekonomi Raharja (BAEK) menguat 220 poin atau 14.19% di Rp 1,770, Citatah (CTTH) bertambah 7 poin atau 12.73% menjadi Rp 62, Pioneerindo Gourmet International (PTSP) mencetak 200 poin atau 7.84% di Rp 2,750, dan Multi Prima Sejahtera (LPIN) memperoleh 500 poin atau 7.52% di Rp 7,150.

Saham-saham AS menguat pada perdagangan Selasa (22/01), dengan indeks S&P 500 terus menguat dalam perdagangan enam minggu terakhir, seiring dengan hasil laporan keuangan kuartal ke-4 emiten-emiten AS yang sejauh ini positif. Ditutup di level tertinggi sejak akhir tahun 2007, indeks Dow Jones Industrial Average naik 62.43 poin, atau 0.5%, di 13,712.13, dengan saham Travelers Cos. Inc. (TRV) menjadi top gainer di antara 22 dari 30 komponen Dow yang menguat, setelah perusahaan tersebut melaporkan laba kuartal ke-4 yang melebihi perkiraan. Indeks S&P 500 naik 6.53 poin, atau 0.4%, dan ditutup di 1,492.51, dengan sektor material dan finansial naik paling banyak di antara 10 kelompok industri S&P 500. Sementara indeks Nasdaq Composite ditutup di 3,143.18, naik 8.47 poin, atau 0.3% dari hari sebelumnya.

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berpotensi menguat hari ini, setelah penutupan yang positif di bursa-bursa AS yang dapat memberikan momentum pada indeks. IHSG kami perkirakan akan diperdagangkan dengan support di 4,402 dan resistance di 4,491 hari ini.

(ang/ang)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads