Memasuki perdagangan awal Februari ini, pelaku pasar diperkirakan cenderung melakukan aksi ambil untung menyusul minimnya insentif positif di pasar dan harga sejumlah saham yang relatif tinggi secara teknis. Investor akan mencermati data inflasi Januari yang diperkirakan akan lebih tinggi mencapai 1,1%.
Pada perkembangan lainnya, indeks saham utama di Wall Street tadi malam ditutup di teritori negatif. Indeks DJIA dan S&P di Wall Street ditutup terkoreksi masing-masing 0,36% dan 0,26% di 13860,58 dan 1498,11. Koreksi ini lebih pada aksi ambil untung lanjutan merespon sejumlah data ekonomi yang keluar dan rilis laba emiten yang mengecewakan. Pelaku pasar sedikit pesimis dengan proses pemulihan ekonomi AS. Setelah rilis pertumbuhan ekonomi AS 4Q12 turun 0,1%, tadi malam pasar bereaksi negatif keluarnya angka jobless claims pekan kemarin yang meningkat 38 ribu menjadi 368 ribu. Angka ini di atas perkiraan pasar sebelumnya sebesar 362 ribu. Hari ini pasar Asia akan mencermati angka indeks manufaktur China yang diperkirakan naik menjadi 51,1 dari bulan sebelumnya 50,6.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
IHSG : S1 4435 S2 4415 R1 4470 R2 4485
Saham Pilihan
UNTR 19300-20200 BoW, SL 19100
ADRO 1610-1680 BoW, SL 1590
CPIN 3775-4000 TB, SL 3700
BBNI 3875-4000 SoS, SL 3825
UNVR 21300-23000 TB, SL 21100
BIPI 147-163 BoW, SL 146
BRAU 220-245 TB, SL 215
(ang/ang)











































