Jakarta - Aksi beli masih berlanjut pada perdagangan akhir pekan kemarin. IHSG sempat berhasil menembus level 4500 namun ditutup di 4481,634 naik 27,931 poin (0,63%). Penguatan indeks terutama dipicu masuknya arus dana asing dalam bentuk pembelian bersih hingga Rp.735,67 miliar. Aksi beli asing terutama melanda sejumlah saham emiten perbankan. Saham emiten perbankan ramai dilanda aksi beli menyusul sentimen positif dari laporan Moodyβs yang menyatakan perbankan Indonesia stabil hingga 12-18 bulan mendatang.
Pertumbuhan ekonomi Indonesia di atas 6% dan pertumbuhan kredit di atas 20% menjadi alasan utama penilaian Moodyβs. Dilihat sepekan IHSG menguat hampir 1% dengan asing mencatatkan nilai pembelian bersih Rp.1,73 triliun meningkat dari pekan sebelumnya Rp.1,67 triliun. Sedangkan sepanjang Januari lalu IHSG menguat 3,17% dengan asing net buying Rp.5,3 triliun.
Penguatan IHSG sepanjang Januari lalu terutama ditopang bullishnya pasar saham global dan kawasan. Membaiknya indikator ekonomi di sejumlah negara utama dunia seperti AS dan China dan langkah stimulus yang diambil sejumlah bank sentral utama dunia telah mendorong penguatan sejumlah aset beresiko.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Memasuki perdagangan awal pekan ini, pasar diperkirakan akan bergerak konsolidasi. Aksi beli berpeluang masih terjadi dibayangi aksi ambil untung pelaku pasar. Inflasi Indonesia Januari lalu yang meningkat mencapai 1,03% lebih tinggi dibandingkan Januari 2012 sebesar 0,76% dan tertinggi Januari dalam empat tahun terakhir akan meningkatkan resiko atas aset rupiah. IHSG diperkirakan akan bergerak dengan support di 4430 dan resisten di 4515 dengan kecenderungan menguat terbatas.
IHSG : S1 4450 S2 4430 R1 4515 R2 4550
Β
Saham Pilihan
UNTR 19300-20200 BoW, SL 19100
ADRO 1610-1680 BoW, SL 1590
HRUM 6150-6300 TB, SL 6100
SGRO 2325-2525 Sell
LSIP 2200-2325 SoS, SL 2150
(ang/ang)