AALI β Kinerja 2012
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
ARNA β Tingkatkan volume produksi
PT Arwana Citramulia (ARNA) memutuskan tidak akan agresif menaikkan harga jual keramik tahun ini. ARNA akan menaikkan harga jual keramik sebesar 4% pada tahun ini. Dipasaran, harga keramik ARNA saat ini berkisar Rp 35,000 hingga Rp 50,000 per mΒ². Perusahaan lebih memilih meningkatkan volume produksi dengan membangun pabrik keramik. Pada Juli tahun ini, ARNA akan mengoperasikan pabrik baru di Palembang, Sumatera Selatan yang berkapasitas produksi 8 juta mΒ² per tahun. kontribusi di Palembang diperkirakan mencapai 15% dari total pendapatan ARNA dan total kapasitas produksi pada 2013 diperkirakan mencapai 49.37 juta mΒ² per tahun, naik 19% dari estimasi kapasitas produksi 2012 yang mencapai 41.37 juta ARNA dan total kapasitas produksi pada 2013 diperkirakan mencapai 49.37m2 per tahun, naik 19% dari estimasi kapasitas produksi 2012 yang mencapai 41.37m2.
BBTN β Kinerja 2012
PT Bank Tabungan Nasional (BBTN) mencatat pertumbuhan pendapatan bunga bersih sebesar 24.7% menjadi Rp 4.73 Triliun. Laba operasi dan laba komprehensif masing-masing tumbuh 22.3% dan 32.3% menjadi Rp 1.87 Triliun dan Rp 1.36 Triliun. NIM, ROE dan CAR masing tumbuh menjadi 5.83%, 18.23% dan 17.69% dari 5.76%, 17.65% dan 15.03%. LDR turun menjadi 100.9% dari 102.56%. Kredit mengalami pertumbuhan sebesar 27% menjadi Rp 75.4 Triliun.
BNLI β Kinerja 2012
PT Bank Permata (BNLI) mencatat pertumbuhan pendapatan bunga bersih sebesar 43.02% menjadi Rp 5.90 Triliun. Laba operasi dan laba komprehensif masing-masing tumbuh 20.3% dan 15.5% menjadi Rp 1.73 Triliun dan Rp 1.44 Triliun. NIM, ROE, CAR dan LDR masing-masing tumbuh menjadi 5.39%, 17.54%, 15.86% dan 89.52% dari 5.13%, 15.87%, 14.07% dan 83.06%. Kredit mengalami pertumbuhan sebesar 31.8% menjadi Rp 87.29 Triliun.
DKFT β Kinerja 2012
PT Central Omega Resources (DKFT) membukukan kenaikan laba bersih 2012 sebesar 71.2%Yoy menjadi Rp 303.33 Miliar Vs Rp 177.22 Miliar pada 2011 lalu. Naiknya kinerja didukung oleh kenaikan penjualan sebesar 74.8%Yoy menjadi Rp 848.5 Miliar tahun lalu. Namun demikian naiknya beban pokok penjualan mengakibatkan DKFT hanya membukukan kenaikan laba kotor sebesar 37.1%Yoy menjadi Rp 366.77 Miliar. Naiknya kinerja laba bersih didorong oleh pembukuan laba selisih kurs sebesar Rp 42.67 Miliar tahun lalu (Rp 855 Juta pada 2011) dan pencatatan pendapatan bunga sebesar Rp 34.74 Miliar (Rp 1.92 Miliar pada 2011).
GIAA β Rencana emisi obligasi dan rights issue
PT Garuda Indonesia (GIAA) sedang mencari pendanaan hingga lebih dari US$ 600 Juta tahun ini. Dana tersebut akan digunakan untuk membeli pesawat baru dan pengembangan usaha. Manajemen GIAA mengungkapkan dana tersebut merupakan kombinasi penerbitan obligasi, rights issue dan pinjaman perbankan sebagai perincian GIAA akan menerbitkan obligasi US$ 200 Juta dalam denominasi dollar AS dan rupiah dan penerbitan obligasi akan dilakukan sebelum akhir 1H 2013. GIAA juga akan melakukan rights issue dengan total 10% atau setara dengan 2.26 miliar saham. GIAA menargetkan dapat meraih US$ 200 Juta dari rights issue. Sisa kebutuhan dana sebesar US$ 200 Juta akan dipenuhi dari pinjaman perbankan.
UNTR β Kinerja 2012
PT United Tractors (UNTR) membukukan penurunan laba bersih 2012 sebesar 1.4%Yoy menjadi Rp 5.78 Triliun Vs Rp 5.86 Triliun pada 2011. Pendapatan bersih tercatat naik 1.6%Yoy menjadi Rp 55.95 Triliun tahun lalu. Pendapatan divisi jasa kontraktor pertambangan batubara naik 24.9%Yoy menjadi Rp 27.99 Triliun tahun lalu sedangkan divisi pertambangkan batubara naik 6.8%Yoy menjadi Rp 5.8 Triliun. Divisi alat berat UNTR tercatat turun 18.5%Yoy menjadi Rp 22.16 Triliun tahun lalu seiring dengan turunnya penjualan alat berat Komatsu sebesar 26.7%Yoy menjadi 6,202 unit dari 8,467 unit terjual pada 2011.
(ang/ang)











































