Jakarta - Laju indeks saham AS yang gagal bertahan di zona positif pada akhir pekan kemarin setelah rilis nonfarm payrolls yang tumbuh di bawah perkiraan serta kekhawatiran akan meluasnya wabah penyakit flu burung, dan kian meningkatnya ketegangan di Semenanjung Korea membuat IHSG tidak kuasa menahan aksi jual para investor. Apalagi saham-saham big cap dilanda aksi jual oleh asing sehingga menambah derita bagi IHSG. Positifnya bursa saham Eropa sempat mengangkat IHSG meski belum sampai keluar dari teritori negatif. Sepanjang perdagangan, IHSG menyentuh level 4934,45 (level tertingginya) di awal sesi 1 dan menyentuh level 4872,56 (level terendahnya) jelang preclosing dan berakhir di level 4897,52. Volume perdagangan turun dan nilai total transaksi naik. Investor asing mencatatkan nett sell dengan penurunan nilai transaksi beli dan kenaikan transaksi jual. Investor domestik mencatatkan nett buy.
Pada perdagangan Selasa (9/4) diperkirakan IHSG akan berada pada support 4865-4887 dan resistance 4943-4951. Berpola menyerupai three black crows mendekati middle bollinger bands (MBB). MACD death cross dengan histogram positif yang memendek. RSI, William's %R, dan Stochastic masih dowreversal. Sempat IHSG melewati target support bawah kami (4882) namun, dapat terangkat dan berakhir di atas target support tersebut. Meski masih ada peluang melemah namun, diharapkan ada sinyal rebound dari bursa saham AS dan Eropa sehingga dapat berimbas positif bagi IHSG.
(ang/ang)