Jakarta - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup dengan kenaikan tipis pada perdagangan Selasa (09/04), setelah menguat cukup signifikan pada sesi awal, seiring dengan menguatnya sebagian besar indeks-indeks saham Asia setelah dirilisnya data inflasi China. IHSG ditutup di 4,899.587, naik hanya 2.066 poin atau 0.04%. Kenaikan IHSG tersebut didukung oleh hanya tiga sektor utama yang rebound dari penurunan hari Senin, yaitu sektor infrastruktur menguat 1.37%, sektor konstruksi, properti dan real estat bertambah 0.08%, serta sektor finansial mencetak 0.06%. Sementara indeks LQ45 naik 1.762 poin, atau 0.21%, di 827.225. Rupiah tercatat di level 9,718 per dolar AS, menguat 0.39%. Imbal hasil obligasi pemerintah bertenor 10 tahun berada di level 5.672, naik 9.7 basis poin. Di kawasan Asia, sentimen pasar terangkat oleh data inflasi China untuk bulan Maret yang naik 2.1% dari periode yang sama tahun lalu, lebih rendah dari perkiraan pasar. Dengan tingkat inflasi tersebut, Peopleβs Bank of China diperkirakan masih akan mempertahankan kebijakan moneter yang netral. Sebanyak 112 saham naik, 148 saham turun, dan sisanya 213 saham stagnan pada perdagangan Selasa di Bursa Efek Indonesia, dimana 4.6 miliar lembar saham senilai Rp 4.86 triliun diperdagangkan di pasar reguler. Investor asing membukukan aksi jual bersih senilai Rp 400.32 miliar. Saham-saham top gainer Selasa antara lain Renuka Coalindo (SQMI) naik 160 poin atau 25.00% ke Rp 800, Tanah Laut (INDX) menguat 75 poin atau 21.43% di Rp 425, Intikeramik Alamasri Industri (IKAI) bertambah 29 poin atau 17.68% menjadi Rp 193, Jaya Agra Wattie (JAWA) mencetak 50 poin atau 12.99% di Rp 435, dan Asuransi Bintang (ASBI) memperoleh 70 poin atau 12.07% di Rp 650. Sementara top loser di antaranya Prima Alloy Steel Universal (PRAS) jatuh 65 poin atau 13.40% ke Rp 420, Citra Kebun Raya Agri (CKRA) turun 35 poin atau 12.28% ke Rp 250, Lionmesh Prima (LMSH) kehilangan 1750 poin atau 10.42% di Rp 15,050, Garda Tujuh Buana (GTBO) terpangkas 450 poin atau 7.90% di Rp 5,250, dan Voksel Electric (VOKS) melemah 110 poin atau 6.67% di Rp 1,540.
Indeks saham AS bergerak naik pada hari Selasa, mengangkat Dow Jones Industrial Average ke rekor tertinggi, karena Wall Street merengkuh pendapatan awal pada kuartal pertama. Setelah naik 102.98 poin ke intraday semua waktu tinggi dari 14,716.46, indeks Dow Jones Industrial Average berakhir pada penutupan rekor tertinggi 14,673.46, naik 59.98 poin. Indeks S & P 500 naik 5.54 poin menjadi 1,568.61,. Keuntungan sektor dipimpin oleh sumber daya alam perusahaan, yang menarik dukungan dari inflasi China yang melambat lebih dari yang diperkirakan. Sektor defensif, yang dilakukan yang terbaik di kuartal pertama, adalah pemain sesi yang lemah.
Indeks kami perkirakan akan bergerak naik, dan diperdagangkan dengan support dan resistance masing-masing di 4,855 dan 4,952.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Technical Stock Screener:
Bullish Stocks:
BSDE - ( S2: 1,590 , S1: 1,600 , R1: 1,630 , R2: 1,650 )
CPIN - ( S2: 4,675 , S1: 4,700 , R1: 4,750 , R2: 4,775 )
ICBP - ( S2: 9,800 , S1: 9,950 , R1: 10,250 , R2: 10,400 )
INTP - ( S2: 23,650 , S1: 23,850 , R1: 24,250 , R2: 24,450 )
LPKR β ( S2: 1,280 , S1: 1,290 , R1: 1,320 , R2: 1,340 )
Bearish Stocks:
LSIP - ( S2: 1,840 , S1: 1,850 , R1: 1,870 , R2: 1,880 )
UNTR - ( S2: 18,100 , S1: 18,350 , R1: 18,900 , R2: 19,200 )
BYAN - ( S2: 8,100 , S1: 8,100 , R1: 8,100 , R2: 8,100 )
KRAS - ( S2: 630 , S1: 640 , R1: 650 , R2: 650 )
BUDI - ( S2: 115 , S1: 115 , R1: 115 , R2: 115 )
(dru/dru)