Kiwoom Securities: Aksi Jual Asing Mulai Berkurang

Kiwoom Securities: Aksi Jual Asing Mulai Berkurang

- detikFinance
Kamis, 11 Apr 2013 08:35 WIB
Kiwoom Securities: Aksi Jual Asing Mulai Berkurang
Jakarta - Positifnya Dow Jones dan bursa dunia dapat memberikan dukungan menjelang rapat penentuan BI Rate. IHSG kembali melemah dengan menembus level psikologis 4,900 kemarin. Berkurangnya aksi jual asing kemungkinan mengurangi potensi penurunan. Maka, kami memperkirakan IHSG akan bergerak di area yang positif hari ini.



APLN – Rencana emisi obligasi

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

PT Agung Podomoro Land (APLN) berencana menerbitkan obligasi senilai total Rp 2.5 Triliun pada 2Q 2013. Sekitar Rp 400-500 Miliar dana hasil emisi akan dialokasikan untuk pembayaran utang sindikasi. APLN akan menggunakan jaminan aset seperti tanah dan bangunan proyek Central Park .



KAEF – Pembangunan pabrik di Banjaran

PT Kimia Farma (KAEF) akan membangun pabrik baru di Banjaran, Jawa Barat. Dengan pendirian pabrik tersebut kapasitas produksi diharapkan dapat meningkat. Pembangunan diperkirakan selesai dalam waktu 1.5 tahun dan KAEF telah menyiapkan dana senilai Rp 400 Miliar yang akan dipenuhi dari kas internal dan sumber pendanaan lain. KAEF akan memindahkan pabrik di Pulogadung, Jakarta ke Banjaran. Langkah ini dilakukan untuk efisiensi biaya produksi, terutama setelah tarif listrik dan upah buruh naik awal tahun ini.



KIJA – Rencana pembangunan CBD

PT Kawasan Industri Jababeka (KIJA) mengalokasikan dana senilai total Rp 9 Triliun dalam 20 tahun kedepan untuk mengembangkan kawasan central business district (CBD) Jababeka diatas lahan seluas 30 Ha. Dalam tahap awal, anak perusahaan KIJA PT Graha Buana Cikarang (GBC), akan mengembangkan lahan seluas 16Ha dengan investasi mencapai Rp 4.5 Triliun untuk 12 tahun kedepan. KIJA berencana membangun gedung perkantoran, pusat perbelanjaan, apartemen, tempat rekreasi, serta town house dalam kompleks tersebut. Nilai property diperkirakan naik 20% pasca pengoperasian akses tol KM 34.7 Jakarta-Cikampek.



META – Kerjasama dengan Robust

PT Nusantara Infrastructure (META) bekerja sama dengan investor asal Malaysia, Robust Success Sdn Bhd, untuk menggarap proyek-proyek jalan tol. Robust masuk melalui PT Margautama Nusantara, induk perusahaan yang membawahi anak usaha META di bidang jalan tol. Margautama menerbitkan saham baru sebanyak 783 lembar saham dengan nilai nominal Rp 70 juta per saham atau Rp 54.81 Miliar dan Robust akan mengambil seluruh saham baru Margautama. Porsi kepemilikan META di Margautama menyusut dari 99.98% menjadi 79.97%. Penerbitan saham baru membuat modal Margautama naik dari Rp 219.1 Miliar menjadi Rp 273.91 Miliar.



WSKT – Proyek Masjidil Haram

Bin Laden Group menunjuk PT Waskita Karya (WSKT) sebagai salah satu subkontraktor dalam proyek renovasi Masjidil Haram di Arab Saudi. Pekerjaan akan dimulai dalam waktu dekat setelah berakhirnya musim haji. Sesuai rencana bangunan Masjidil Haram akan ditingkatkan dari 3 lantai menjadi 9 lantai secara bertahap.

(ang/ang)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads