Jakarta -
“Semoga kenaikan ini bukanlah false signal yang dapat membuat pelaku pasar tersangkut”. Itulah harapan kami pada ulasan sebelumnya yang sepertinya tidak diindahkan oleh IHSG yang akhirnya kembali melemah. Mulai variatifnya bursa saham Asia mempengaruhi laju IHSG yang sejak dari awal hingga akhir sesi cenderung mengalami koreksi. Apalagi sebelumnya, bursa saham AS juga bergerak variatif dimana DJIA berlawanan arah melemah dibandingkan indeks saham AS lainnya yang positif. Pelaku pasar cenderung kembali melakukan aksi jual, terutama asing yang kembali banyak melepas posisi. Apalagi setelah rilis kinerja ASII jauh di bawah ekspektasi. Sepanjang perdagangan, IHSG menyentuh level 5016,04 (level tertingginya) di awal sesi 1 dan menyentuh level 4962,44 (level terendahnya) jelang preclosing dan berakhir di level 4994,52. Volume perdagangan dan nilai total transaksi naik. Investor asing mencatatkan nett sell dengan kenaikan nilai transaksi beli dan transaksi jual. Investor domestik mencatatkan nett buy.
Pada perdagangan Jumat (26/4) diperkirakan IHSG akan berada pada support 4953-4976 dan resistance 5008-5020. Berpola menyerupai hammer masih di bawah upper bollinger bands (UBB). MACD bergerak tipis dengan histogram positif yang memendek. RSI, William's %R, dan Stochastic masih mencoba bertahan dari laju downreversal. Setelah IHSG turun di bawah target support kami (4976), akhirnya dapat ditutup di atas tipis target support atas (4994) dan level tertinggi pun belum menggapai target resisten (5020). Pergerakan kemungkinan masih akan terkonsolidasi dan akan mudah terkoreksi jika bursa saham AS dan Eropa mulai berbalik arah. Tampaknya kenaikan sebelumnya gagal testing resisten.
(ang/ang)