Jakarta - Rilis deflasi sebesar 0,1% dan tertibnya demo buruh memberikan rasa nyaman bagi pelaku pasar untuk tetap melakukan transaksi di pasar modal meski besaran kenaikan harga BBM belum begitu jelas. Di sisi lain, masih positifnya bursa saham Asia meski beberapa bursa sahamnya libur memperingati hari buruh dan kenaikan pembukaan pasar saham Eropa membuat IHSG mantap berada di zona hijau hingga akhir sesi. Bahkan di luar perkiraan kami, IHSG dapat melesat ke new high record. Berkurangnya kecemasan pasar terhadap kondisi di riil lapangan dan masih adanya nett buy asing turut membantu IHSG mampu menghijau di awal Mei saat ini. Sepanjang perdagangan, IHSG menyentuh level 5062,67 (level tertingginya) jelang preclosing dan menyentuh level 5012,16 (level terendahnya) di awal sesi 1 dan berakhir di level 5060,92. Volume perdagangan dan nilai total transaksi turun. Investor asing mencatatkan nett buy dengan penurunan nilai transaksi beli dan transaksi jual. Investor domestik mencatatkan nett sell.
Pada perdagangan Kamis (2/5) diperkirakan IHSG akan berada pada support 4989-5021 dan resistance 5072-5084. Berpola menyerupai spinning mendekati upper bollinger bands (UBB). MACD masih bergerak naik dengan histogram negatif yang memendek. RSI, William's %R, dan Stochastic masih bergerak naik mendekati area overbought. Kondusifnya bursa saham yang sesuai dengan asumsi kami akhirnya melambungkan IHSG menyentuh new high record. Tentu saja, selama asumsi masih positifnya laju bursa saham global maka IHSG pun akan tetap nyaman dalam zona hijaunya. Aksi profit taking akan tetap ada namun, diharapkan masih terbatas sehingga IHSG tidak meninggalkan pencapaian level tertingginya tersebut.
(/)