Jakarta - Awan cerah yang menyelimuti bursa saham AS dan Eropa seiring dengan membaiknya data-data ekonomi AS berimbas positif pada laju IHSG. Pelaku pasar pun memanfaatkan aura positif tersebut untuk banyak melakukan akumulasi beli. Apalagi mayoritas saham di BEI juga berada pada level yang memang secara terknikal sudah sangat rendah sehingga menarik perhatian pelaku pasar untuk masuk. Membaiknya laju bursa saham Asia pasca terimbas sentimen negatif dari krisis likuiditas di China juga turut memberikan imbas positif bagi IHSG. Sepanjang perdagangan, IHSG menyentuh level 4620,85 (level tertingginya) jelang preclosing dan menyentuh level 4470,03 (level terendahnya) di awal sesi 1 dan berakhir di level 4587,73. Volume perdagangan dan nilai total transaksi naik. Investor asing mencatatkan nett sell dengan kenaikan nilai transaksi beli dan transaksi jual. Investor domestik mencatatkan nett buy.
Pada perdagangan Kamis (27/6) diperkirakan IHSG akan berada pada support 4440-4500 dan resistance 4615-4647. Berpola menyerupai Ladder bottom menuju middle bollinger bands (MBB). MACD mencoba naik dengan histogram negatif yang memendek. RSI, William's %R, dan Stochastic mencoba meninggalkan area oversold. Laju IHSG yang mampu berada di atas target support (4400) dan resisten kami (4500) memberikan gambaran positif. Seharusnya dengan laju positif ini dan ditambah dengan sentimen yang mulai positif mampu melanjutkan reboundnya IHSG. Apalagi gap terdekat juga sudah ditutup di level 4561-4619 sehingga masih ada utang gap berikutnya yang harus ditutup (4743-4801)
(ang/ang)