Pada akhir pekan lalu (05/07), pasca libur bursa Wall Street ditutup mengalami penguatan. Indeks DJIA menguat sebesar 147.29 poin atau naik 0.98% ke level 15.135,84, indeks Nasdaq menguat sebesar 35.71 poin atau naik 1.04% ke level 3.479,38, indeks S&P juga ikut menguat sebesar 16.48 poin atau naik 1.02% ke level 1.631,89. Sentimen positifnya data tenaga kerja AS pada bulan Juni yang terjadi penambahan sebesar 195.000 pekerja sempat membuat investor kuatir bahwa The Fed akan mencabut program stimulusnya karena ekonomi dinilai mulai membaik akan tetapi tingkat pengangguran yang masih stabil di level 7,6% mencerminkan bahwa The Fed belum akan menarik program stimulus serta Europe Central Bank (ECB) dan Bank of England yang tetap mempertahankan kebijakan stimulus moneternya mendorong DJIA menguat. Selain itu, harga minyak mentah melambung karena terjadinya krisis politik di Mesir serta Portugal membuat Bursa Eropa pada akhir pekan lalu jatuh cukup tajam.
Awal pekan ini kami perkirakan IHSG akan variatif dengan kecenderungan menguat. Positifnya data tenaga kerja AS pada akhir pekan lalu serta investor yang masih menanti kebijakan dari Bank Indonesia menjadi katalis penggerak IHSG pada hari ini. Secara teknikal, IHSG membentuk pola seperti spinning top dan berada di area middle bollinger bands. Indikator MACD bergerak mendatar dengan histogram negatif yang memendek, indikator stochastic bergerak ke arah oversold. Kami perkirakan IHSG bergerak pada kisaran support 4548-4690 resistance.
(ang/ang)











































