Kiwoom Securities: Aksi Jual Asing Berlanjut

Kiwoom Securities: Aksi Jual Asing Berlanjut

- detikFinance
Selasa, 09 Jul 2013 08:30 WIB
Kiwoom Securities: Aksi Jual Asing Berlanjut
Jakarta - Relatif positifnya bursa dunia diharapkan dapat memperbaiki sentimen. IHSG tertekan cukup dalam dengan penutupan di dekat level terendah sebelumnya kemarin. Berlanjutnya minat jual asing masih dapat mendrong peluang negatif. Maka, kami memperkirakan IHSG akan bergerak di kisaran yang mixed hari ini.

IPO – PT Arita Prima Indonesia
PT Arita Prima Indonesia, anak usaha dari Malaysian Unimech Group Bhd., berencana IPO dengan menjual 250 juta saham (25.58% saham). Perusahaan produsen valve (katup) pipa tersebut menargetkan mendapatkan dana Rp 70-75 Miliar. Sekitar 75% dana hasil IPO akan digunakan untuk modal kerja dan sisanya untuk membayar utang jangka pendek. Perusahaan menargetkan akan listing di bursa pada Oktober 2013 dan menunjuk Lauthandana Securindo sebagai penjamin emisi.

BBMD – Rencana divestasi saham
Pemegang saham mayoritas PT Bank Mestika Dharma (BBMD), PT Mestika Benua Mas (MBM), telah menyepakati transaksi penjualan 40% saham BBMD kepada RHB Bank Berhard senilai Rp 2.07 Triliun (sekitar Rp 1,265 per lembar). Rencana transaksi telah tercantum dalam prospektus IPO dan tengah menunggu persetujuan BI. Target penyelesaian transaksi paling lambat pada 30 September 2013.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

TBIG – Peringkat utang
Pefindo memberi peringkat utang jangka panjang PT Tower Bersama Infrastructure (TBIG) pada level AA dengan prospek stabil. Peringkat tersebut mencerminkan arus kas yang stabil dengan komposisi penyewa yang kuat serta rasio EBITDA margin sebesar 82% pada 1Q 2013. Peringkat tersebut juga mempertimbangkan tingginya hambatan asing untuk memasuki industri intrastruktur telekomunikasi akibat aturan regulator yang melarang investor asing memiliki saham mayoritas di perusahaan menara telekomunikasi.

UNSP – Rencana penjualan aset
PT Bakrie Sumatra Plantation (UNSP) berencana menjual enam aset perusahaan berupa kebun sawit di Pulau Sumatera yang bernaung dalam sub grup Agri International Resources Pte Ltd (AIRPL). Enam anak usaha UNSP itu adalah PT Jambi Agrowijaya, PT Eramitra Agrolestari, PT Trimitra Sumberperkasa, PT Mutltrada Multi Maju, PT Padang Bolak Jaya, dan PT Perjapin Prima. Penjualan aset dilakukan untuk menutupi utang jangka pendek perseroan. Total luas areal lahan sawit yang akan dijual sebesar 30,000 Ha. Nilai penjualan lahan kelapa sawit diperkirakan mencapai RP 372 Miliar. Penjualan juga dilakukan karena kebun tersebut memerlukan biaya perawatan yang cukup besar dan kontribusi lahan tidak terlalu signifikan, nilainya sebesar 15% dari pendapatan konsolidasi UNSP tahun 2012.

(ang/ang)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads