Jakarta - Positifnya laju bursa saham AS dan Eropa memberikan tambahan amunisi bagi IHSG untuk tetap bertahan di jalur hijaunya. Masih adanya aksi beli pada saham-saham big caps turut membantu IHSG menghijau. Namun demikian, laju IHSG sempat terhalangi oleh mulai melemahnya bursa saham China setelah pelaku pasar mulai profit taking pasca reli selama 3 hari terakhir dan mulai adanya pelemahan pada beberapa saham perbankan di BEI. Kami pun sempat khawatir akan peluang pelemahan IHSG menuju utang gap 4495-4504 namun, posisi asing yang masih nett buy dan pembukaan pasar saham Eropa yang positif mampu membalikkan posisi IHSG ke teritori positif. Sepanjang perdagangan, IHSG menyentuh level 4679,53 (level tertingginya) di awal sesi 1 dan menyentuh level 4592,98 (level terendahnya) jelang preclosing dan berakhir di level 4633,11. Volume perdagangan naik dan nilai total transaksi turun. Investor asing mencatatkan nett buy dengan kenaikan nilai transaksi beli dan transaksi jual. Investor domestik mencatatkan nett buy.
Pada perdagangan Senin (15/7) diperkirakan IHSG akan berada pada support 4572-4605 dan resistance 4650-4682. Berpola menyerupai morning star melewati middle bollinger bands (MBB). MACD masih naik dengan histogram negatif yang memendek. RSI, William's %R, dan Stochastic masih lanjut rebound menjauhi area oversold. Kembali target resisten kami (4615-4625) kembali ditabrak meskipun hampir menuju target support 4550 yang menandakan mulai adanya tekanan jual di tengah masih tingginya daya dorong beli. Pola yang terbentuk hampir sama seperti awal Juli dimana laju penguatan mulai terbatas namun, dengan masih adanya sentimen positif di pasar diharapkan dapat mengimbanginya sehingga belum akan terjadi pelemahan.
(ang/ang)