Pelemahan rupiah akan turut memicu tekanan inflasi yang diperkirakan oleh Bank Dunia akhir tahun ini bisa mencapai 9% melampaui ekspektasi Bank Indonesia 7,7% dan pemerintah 7,2%. Pelemahan rupiah atas dolar AS akan berdampak negatif bagi kinerja emiten yang berbasiskan pendapatan rupiah dan memiliki utang dolar yang besar. Sebaliknya saham-saham yang berbasiskan pada pendapatan dalam dolar AS sedangkan biaya dalam rupiah akan diuntungkan.
Sementara tadi malam indeks saham utama di Wall Street ditutup flat. Indeks DJIA dan S&P masing-masing ditutup naik tipis 0,01% dan 0,20% di 15545,55 dan 1695,53. Sedangkan harga emas tadi malam menguat tajam hingga 3% lebih di USD1334,60/barrel menyusul spekulasi The Fed akan tetap mengintervensi ekonomi dengan program stimulus dan adanya kekhawatiran meningkatnya inflasi menyusul kenaikan harga minyak.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
IHSG : S1 4650 S2 4620 R1 4720 R2 4760
Saham Pilihan
INCO 1950-2075 BoW, SL 1930
LSIP 1280-1430 TB, SL 1270
AISA 1510-1590 TB, SL 1490
WSKT 800-850 TB, SL 790
PGAS 5550-5950 BoW, SL 5450
SMRA 1050-1140 TB, SL 1030
(dru/dru)











































