Magnus Capital: Indeks Cenderung Melemah

Magnus Capital: Indeks Cenderung Melemah

- detikFinance
Kamis, 25 Jul 2013 08:52 WIB
Magnus Capital: Indeks Cenderung Melemah
Jakarta - Pada perdagangan kemarin, IHSG bergerak volatile dan ditutup melemah -
49.50 poin ke level 4718.103 dengan total nilai transaksi mencapai Rp 4.6
triliun sedangkan investor asing tercatat membukukan net buy sebesar Rp 70
miliar di pasar reguler. Penurunan indeks dipengaruhi oleh penurunan data
global, khususnya data manufaktur China serta berlanjutnya pelemahan rupiah
terhadap dolar Amerika Serikat.
Indeks Dow Jones semalam ditutup melemah -25.50 poin ke level 15542.2 dan
indeks S&P juga ditutup melemah -6.45 poin ke level 1685.94 adapun indeks
Nasdaq berhasil ditutup naik 0.33 poin ke level 3579.60. Bursa Wall st semalam
ditutup melemah dipengaruhi oleh sentimen dari laporan keuangan emiten
yang kurang memuaskan , namun laporan keuangan Apple yang melebihi
ekspektasi berhasil menjadi penopang penguatan indeks Nasdaq. Data ekonomi
yang dirilis semalam diantaranya new home sales yang menguat 8.3% di bulan
Juni menjadi 497.000 unit.Bursa Eropa kemarin ditutup menguat setelah
Aktivitas manufaktur zona euro mencatat ekspansi pertama dalam dua tahun
pada Juli 2013. Hal ini memperkuat sinyal bahwa blok mata uang tunggal Eropa
itu sudah keluar dari resesi berkepanjangan.
Indeks regional pagi ini dibuka mixed cenderung melemah, diperkirakan akan
memberikan sentimen yang negatif terhadap pergerakan IHSG.
Secara teknikal, indeks diperkirakan akan bergerak mixed cenderung melemah
pada kisaran 4630-4780. MACD naik terbatas dengan histogram positif, RSI dan
Stochastic mulai terbatas kenaikannya di daerah overbought. Cermati MPPA,
AKRA,TBIG.

AALI: Perseroan tengah mengkaji akuisisi perkebunan kelapa sawit, termasuk
kebun milik PT Bakrie Sumatera Plantations Tbk, sebelumnya , Bakrie
Plantations berencan menjual saham PT Gunung Idamannusa, anak usaha
perseroan yang memiliki lahan seluas 12.547 hektare di Riau.
ASII: Perseroan melalui anak usahanya Astratel Nusantara, akan membangun
dua pembangkit listrik (power plant) masing-masing berkapasitas 150 megawatt.
Nilai investasinya mencapai US$ 450 juta.Perseroan juga akan mengerjakan
dua proyek pembangunan jalan tol dengan nilai sekitar Rp 6 triliun.
TBIG: Perseroan menyetujui rencana pembelian kembali saham maksimal 5%.
Total dana buyback yang disiapkan mencapai Rp 1.4 triliun.

(dru/dru)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads