Mega Capital: Indeks Cenderung Melemah Terbatas

Mega Capital: Indeks Cenderung Melemah Terbatas

- detikFinance
Kamis, 03 Okt 2013 08:03 WIB
Mega Capital: Indeks Cenderung Melemah Terbatas
Jakarta - IHSG dan Mayoritas Bursa Asia Kuat di Hari Kedua Shutdown. Bursa saham Indonesia dan mayoritas bursa Asia kecuali Jepang berhasil menguat meski sudah memasuki hari kedua pemerintah AS melakukan shutdown. Penguatan IHSG ini terutama disebabkan oleh data ekonomi Indonesia yang menunjukkan perbaikan sehingga memberikan sinyal bahwa kondisi di emerging market mulai membaik setelah mayoritas mata uang di negara-negara berkembang terhantam defisit neraca perdagangan dan perlambatan pertumbuhan. Neraca perdagangan Indonesia pada bulan Agustus mencatatkan surplus $130 juta dibandingkan konsensus defisit $8.99 miliar, serta deflasi yang terjadi pada bulan September meredam ancaman inflasi yang diakibatkan kenaikan BBM beberapa bulan yang lalu. Di sisi lain, bursa Asia juga menguat disebabkan oleh spekulasi bahwa partial shutdown yang terjadi di AS hanya bersifat sementara dan dijadikan kesempatan untuk buy on weakness. Bursa Jepang menjadi satu-satunya di Asia yang indeksnya meng alami pelemahan signifikan, terutama akibat penguatan Yen dan pengumuman stimulus lanjutan belum dapat mendorong daya beli investor di Jepang. IHSG tercatat naik (+0.9%), Hangseng (+0.6%), Shanghai (+0.6%), EPHE (+2.7%), sedangkan Jepang mengalami penurunan cukup signifikan (-2.2%). Indeks MSCI Indonesia ETF (EIDO) tercatat naik (+1.5%).

Wall Street dan Eropa Cenderung Melemah. Bursa saham AS Melemah namun cenderung terbatas disebabkan kekhawatiran akan potensi perlambatan pertumbuhan ekonomi di negara tersebut setelah pemerintah melakukan shutdown sementara. Perhatian tertuju kepada pertemuan Obama dengan 4 pimpinan Congress pada hari Rabu (2/10) yang membahas pembukaan kembali pemerintahan dan mengenai batas hutang yang akan menentukan terjadinya default atau tidak pada 17 Oktober. Hasil dari pertemuan tersebut adalah tidak adanya persetujuan dan kedua sisi saling menyalahkan. Dow Jones turun 58.56 poin (-0.4%), S&P 500 turun tipis sebesar 1.13 poin (-0.07%), dan Nasdaq turun 2.96 poin (-0.08%). Indeks volatilitas (VIX) naik 6.8%, menunjukkan kekhawatiran investor akan kondisi pasar sekarang. Selama 2 minggu terakhir, VIX telah naik lebih dari 25%. Bursa Eropa, sejalan dengan Wall Street, mengalami penurunan sehubung shutdown dari pemerintah US meski kekhawatiran politik di Italia perlahan memudar setel ah PM Enrico Letta mendapatkan dukungan. DAX turun 59.72 poin (-0.69%), FTSE turun 22.52 poin (-0.35%), dan CAC turun 38.44 poin (-0.92%)

IHSG Cenderung Melemah Terbatas (Range : 4,310—4,440). IHSG kemblai ditutup menguat pada perdagangan kemarin melanjutkan penguatan yang terjadi sebelumnya. Indeks juga sempat mencoba untuk melewati resistance level terdekat di 4,405 namun tampak belum mampu dan ditutup di 4,387. Hal tersebut berpotensi bagi indeks untuk mengalami koreksi jangka pendek dan menuju support level 4,350 hingga 4,310. Hari ini diperkirakan indeks kembali sideway dengan kecenderungan melemah terbatas.

(ang/ang)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads