Wall Street dan Eropa Cenderung Melemah. Bursa saham AS Melemah namun cenderung terbatas disebabkan kekhawatiran akan potensi perlambatan pertumbuhan ekonomi di negara tersebut setelah pemerintah melakukan shutdown sementara. Perhatian tertuju kepada pertemuan Obama dengan 4 pimpinan Congress pada hari Rabu (2/10) yang membahas pembukaan kembali pemerintahan dan mengenai batas hutang yang akan menentukan terjadinya default atau tidak pada 17 Oktober. Hasil dari pertemuan tersebut adalah tidak adanya persetujuan dan kedua sisi saling menyalahkan. Dow Jones turun 58.56 poin (-0.4%), S&P 500 turun tipis sebesar 1.13 poin (-0.07%), dan Nasdaq turun 2.96 poin (-0.08%). Indeks volatilitas (VIX) naik 6.8%, menunjukkan kekhawatiran investor akan kondisi pasar sekarang. Selama 2 minggu terakhir, VIX telah naik lebih dari 25%. Bursa Eropa, sejalan dengan Wall Street, mengalami penurunan sehubung shutdown dari pemerintah US meski kekhawatiran politik di Italia perlahan memudar setel ah PM Enrico Letta mendapatkan dukungan. DAX turun 59.72 poin (-0.69%), FTSE turun 22.52 poin (-0.35%), dan CAC turun 38.44 poin (-0.92%)
IHSG Cenderung Melemah Terbatas (Range : 4,310—4,440). IHSG kemblai ditutup menguat pada perdagangan kemarin melanjutkan penguatan yang terjadi sebelumnya. Indeks juga sempat mencoba untuk melewati resistance level terdekat di 4,405 namun tampak belum mampu dan ditutup di 4,387. Hal tersebut berpotensi bagi indeks untuk mengalami koreksi jangka pendek dan menuju support level 4,350 hingga 4,310. Hari ini diperkirakan indeks kembali sideway dengan kecenderungan melemah terbatas.
(ang/ang)











































