Jakarta -
Laju IHSG masih mampu bertahan di zona positifnya meski selama intraday perdagangan ada kecenderungan pelemahan karena mulai adanya aksi profitisasi. Seperti biasa, dimana setiap kenaikan IHSG akan selalu dimanfaatkan untuk mengamankan posisi sehingga memperlambat tren kenaikan jangka pendekmenengah IHSG. Lagipula, kenaikan sebelumnya kurang didukung oleh volume perdagangan sehingga dorongan penguatan menjadi berkurang. Tetapi di sisi lain, masih menguatnya nilai tukar Rupiah, masih positifnya laju bursa saham Asia, dan tercatatnya nett buy asing membuat IHSG bertahan menghijau. Sepanjang perdagangan, IHSG menyentuh level 4425,92 (level tertingginya) di awal sesi 1 dan menyentuh level 4372,01 (level terendahnya) juga di awal sesi 1 dan berakhir di level 4387,60. Volume perdagangan naik dan nilai total transaksi turun. Investor asing mencatatkan nett buy dengan penurunan nilai transaksi beli dan transaksi jual. Investor domestik mencatatkan nett buy.
Pada perdagangan Kamis (3/10) diperkirakan IHSG akan berada pada support 4360-4376 dan resistance 4414-4435. Berpola menyerupai morning star di atas middle bollinger bands (MBB). MACD masih menurun dengan histogram positif yang memendek. RSI, William's %R, dan Stochastic masih downreversal. Laju IHSG meski sempat terprofitisasi namun, masih dapat bertahan dalam kisaran target resisten kami (4368-4387). Aksi profitisasi ini dimungkinkan masih berlanjut bila nantinya laju bursa saham global mulai berbalik arah melemah. Waspadai adanya pembalikan arah IHSG.
(ang/ang)