Kiwoom Securities: IHSG Bergerak Mixed

Kiwoom Securities: IHSG Bergerak Mixed

Kiwoom Securities - detikFinance
Jumat, 20 Des 2013 08:57 WIB
Jakarta - Pasar Mixed. Flatnya Dow Jones dan sentimen negatif dari perbankan China dapat mempengaruhi sentimen. IHSG masih bergerak naik dengan menembus level psikologis 4,200 serta kembali membentuk pola doji kemarin yang memberikan sinyal belum cukup kuatnya momentum kenaikan ini. Maka, kami memperkirakan IHSG bergerak cenderung untuk mixed hari ini.

AISA – Divestasi bisnis sawit

PT Tiga Pilar Sejahtera (AISA) akan meninggalkan usaha perkebunan kelapa sawit dengan melepas seluruh saham anak usahanya, PT Bumiraya Investindo. Divestasi dilakukan setelah penawaran umum perdana (IPO) dan pemisahan bisnis (spin off). AISA menargetkan perolehan dana sebesar US$ 80 Juta dari divestasi Bumiraya. Saat ini AISA menguasai 65% saham Bumiraya dan sisanya 35% saham dimiliki oleh Bunge Agribusiness Singapore Pte Ltd. (Bunge). Sesuai rencana, Bumiraya akan IPO pada April 2014 dengan target mendapatkan dana IPO Rp 400-500 Miliar. Kohlberg Kravis Roberts & Co.L.P (KKR) dan Bunge berkomitmen menjadi pembeli siaga (standby buyer) IPO Bumiraya.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

BIPI – Kontrak kerja

PT Benakat Integra (BIPI) membukukan 9 kontrak jasa pertambangan batubara senilai total US$ 2 Miliar yang akan dikerjakan hingga 2021. Dari jumlah tersebut dua kontrak tengah dalam status konstruksi yaitu kontrak Melawan CPP and Western OLC dari Kaltim Prima Coal dan kontrak CBU NPLCT dari Arutmin. Jasa logistik dan infrastruktur tambang dikerjakan oleh anak perusahaan yang baru diakuisisi pada Bulan Juni lalu, PT Astrindo Mahakarya Indonesia (AMI). KPC dan Arutmin memberi kontribusi terbesar pendapatan, masing-masing mencapai 44.8% dan 39.5% terhadap pendapatan BIPI pada 9M 2013 lalu. BIPI memperkirakan pendapatan AMI naik 41.9%Yoy menjadi sekitar Rp 3.96 Triliun dari target pendapatan tahun ini sebesar Rp 2.79 Triliun.

SMGR & KRAS – Joint venture bangun pabrik

PT Semen Indonesia (SMGR) bersama PT Krakatau Steel (KRAS) akan membangun pabrik slag powder tahun depan. Kedua peruashaan sudah membentuk perusahaan patungan yang akan mengelola usaha produksi bahan baku pembuatan semen khusus dari limbah besi dan baja. SMGR dan KRAS masing-masing memiliki 50% di perusahaan patungan tersebut. Nilai investasi pabrik pengolahan diperkirakan mencapai Rp 413 Miliar. Pendanaan untuk pabrik dengan rincian sekitar 30% dari total investasi atau setara Rp 123.9 Miliar akan didanai dari ekuitas masing-masing perusahaan dan sisanya sebesar Rp 289.1 Miliar berasal dari pinjaman.

MYRX - Divestasi bisnis tabung elpiji dan mineral

PT Hanson International (MYRX) berencana keluar dari bisnis energi dan mineral dikarenakan terus mengalami kerugian. Selama ini anak usaha MYRX yang bergerak bisnis pembuatan tabung gas elpiji 3 kg, PT Binadaya Wiramaju mengalami kerugian dikarenakan Pertamina tidak mengizinkan pembuatan tabung dikelola pihak ketiga semenjak peristiwa peledakan tabung gas. Maka MYRX akan melakukan divestasi, sehingga di tahun 2014, MYRX tidak akan lagi memproduksi tabung gas elpiji 3 Kg. Demikian juga anak usaha MYRX yang bergerak di bidang bisnis bijih besi dan bijih tembaga, PT De Petroleum International. Untuk kedepannya, MYRX akan fokus di bisnis properti setelah mengakuisisi 100% saham PT Mandiri Mega Jaya yang memiliki lahan di Bekasi, Serpong dll.

(dru/dru)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads